Kemarin, Sekarang & untuk Selamanya

Mengenal Lebih Dekat Tentang Landak

 

230320131615Pada beberapa postingan yang lalu sudah saya kenalkan bagaimana ciri  umum secara ringkas hewan yang satu ini .landak termasuk salah satu hewan unik karena bentuk fisiknya yang cukup menarik.  kalia ini kiata akan mengenal lebih dekat lagi tentang landak.

Klasifikasi

Kingdom            : Animalia

Filum                   : Chordata

Subphylum       : Vertebrata

Infraphylum    : Gnathostoma

Superclassis    : Tetrapoda

Classis               : Mammalia

Subclassis       : Theria

Infraclassis    : Placentalia

Ordo                 : Rodentia

Suborder         : Hystricomorpha

Subordo          : Hystricomorpha

Infraorder     : Hystricognathi

Infraordo      : Phiomorpha

Familia           : Hystricidae

Genus             : Hystrix

Landak memiliki beberapa jenis  kali ini kita akan mengaenal tentang landak Jawa (Hystrix javanica). Landak jawa (Hystrix javanica) merupakan salah satu satwa yang dilindungi Pemerintah, yaitu Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan PP 7 dan 8 Tahun 1999.

Deskripsi

Landak  jawa (Hystrix javanica) atau dalam bahasa Inggris disebut Sunda Porcupine adalah nama untuk sejenis mamalia berwarna coklat kehitaman dengan bulu-bulu keras (biasa disebut duri) yang menutupi tubuh bagian atas mereka. Bulu Landak ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri. Pada umumnya seekor landak mampu berlari kencang untuk menghindari pemangsa. Namun jika terdesak, Landak akan berhenti dan mendirikan bulu-bulunya yang menyerupai duri yang terdapat di kulit bagian atas. Duri pada landak sebetulnya adalah rambut yang termodifikasi menjadi besar dan mengeras. Duri landak tersusun dari bahan yang sama dengan rambut yaitu keratin, sejenis protein.

Landak  jawa merupakan Rodentia yang berukuran besar, panjang tubuhnya 37 sampai 47 cm, panjang ekor 23 sampai 36 cm,  dengan berat badan 13 sampai 27  kg. Tubuhnya tertutup oleh mantel rambut yang keras di bagian separoh badan ke muka dan bagian bawah, sedang di bagian punggung belakang sampai ekor tampak rambut. Rambut mempunyai tusuk-tusuk sate yang sangat tajam, rambut-rambut yang pendek berwarna hitam kecoklatan sedang yang mempunyai tusuk sate berwarna coklat putih. Matanya sempit berwarna hitam dengan bentuk telinga seperti kepingan uang logam. Landak mampu bertahan hidup hingga 27 tahun.

Habitat

Landak terdapat pada semua tipe hutan, perkebunan, semak-semak, padang rumput dan bahkan tepian perkampungan yang ada di wilayah bagian Jawa dan pulau Madura. Landak merupakan satwa terrestrial ( hidup di tanah ) sehingga Landak membuat sarang dengan membuat lubang di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 5 meter. Lubang ini terdiri beberapa cabang di dalam tanah yang mempunyai beberapa pintu keluar. Satu lubang (berukuran lebih besar) menjadi pintu masuk utama dan beberapa lubang (berukuran lebih kecil) sebagai pintu keluar. Karena habitatnya berada didekat pemukiman warga dan lading masyarakat, tidak jarang landak di anggap sebagai hama yang merusak tanaman di ladang para petani.

Persebaran

Di Indonesia sendiri Landak Jawa (Hystrix javanica) merupakan satwa endemic di pulau Jawa dan masih kerabat dekat dari landak sumatera/Sumatran Porcupine (Hystrix sumatrae) endemik Sumatera, dan Bornean Porcupine(Thecurus crassispinis) endemik Kalimantan. Landak Jawa (Hystrix javanica) terdapat di seluruh pulau Jawa. Persebarannya meliputi daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur dan bahkan sampai Madura.  Dan setu-satunya jenis landak yang ada di Pulau Jawa.

Perilaku

Satwa ini di siang hari bersembunyi di dalam lubang, jika malam keluar dari lubang mencari pakan. Satwa ini seperti tikus suka mengendus-endus tanah dan mondar-mandir di sekitar sarang. Hal ini di maksudkan untuk mendapatkan sumber pakan atau mengantisipasi jika ada bahaya. Apabila dalam keadaan terdesak satwa ini akan menggunakan rambut yang seperti tusuk sate (duri) tersebut yang berperan sebagai pelindung atau sebagai senjata.

Karena termasuk hewan pengerat, maka sering kali Landak memegang batu dan menggerogoti batu itu untuk mengurangi pertumbuhan giginya. Saat mencari makan, Landak menggunakan kaki depannya untuk menggali tanah. Pada saat tidur, Landak biasanya berbaring tengkurap dengan posisi keempat kakinya menyamping dan perut diletakkan di tanah tentu dengan memejamkan matanya.

Bila sedang kawin Landak akan lebih aktif dan agresif, khususnya landak jantan. Ekor landak jantan akan bergerak-gerak dan memutar-mutar ke segala arah di sekitar landak betina. Landak betina cenderung lebih pasif dan jarang bergerak saat kawin, dan hanya sesekali mengikuti gerak landak jantan. Keduanya saling bergerak dan seolah-olah seperti sedang berkelahi. Setelah itu keduanya sama-sama menjilati tubuh pasangannya, terutama di bagian leher. Setelah itu landak jantan bergerak dari arah belakang landak betina untuk menungganginya.

Morfologi

Secara morfologi tubuh landak dibedakan menjadi 5 bagian yaitu : caput, cervik, thorax, abdomen dan glutea. Pada caput (kepala) terdapat nares (hidung), fibrisae (kumis), organon visus (mata), auriculae (daun telinga), porus acusticus externus (lubang telinga) dan rima oris (mulut) dimana terdapat lingua dan dentes.

Gigi (dentes) pada landak memiliki formula   1/1, 0/0, 1/1, 3/3,          sehingga berjumlah 20 gigi.

Cervik pada landak terdapat rambut dan belum di tumbuhi duri. Pada kulit thorak, selain di tumbuhi rambut juga mulai tumbuh duri-duri yang pendek. Pada kulit bagian abdomen, duri-duri cukup panjang-panjang dan tebal. Sedangkan pada bagian glutea, duri-duri pendek namun tebal dan cenderung patah. Landak memiliki 2 pasang kaki yang pada setiap kaki terdapat 5 jari (digiti). Kaki pendek seperti halnya marmut. Bagian abdomen terdapat papilla mamae (puting susu).

Jenis Makanan dan Pencernaan

 Di habitat aslinya landak jawa ini memakan bagian-bagian tanaman seperti akar, ubi-ubian, kulit kayu dan buah-buahan dari berbagai jenis. Di Kebun Binatang Gembira Loka diberi pakan berupa ubi-ubian, sayur-sayuran dengan kuantitas berat pakan yang diberikan 10 % dari berat badannya.

Gigi (dentes) pada landak berfungsi untuk memotong dan mengunyah makanannya. Lidah (lingua) berguna untuk mengatur arah makanan dan juga untuk merasa karena terdapat beberapa tipe papillae yang terhubung dengan tunas rasa. Esophagus sebagai saluranpenghubung antara rongga mulut dengan lambung. Panjang esophagus tergantung dengan panjang leher. Di ujung dalam saluran esophagus terdapat lambung yang berfungsi untuk mencerna makanan. Setelah melalui proses pencernaan secara kimiawi, makanan yang sudah hancur kemudian melalui intestinum tennue, jejenum, dan ileum untuk di serap sari-sarinya. Selanjutnya sisa kotoran di tamping dalam caecum yang nantinya di buang melalui anus.

Penafasan

Pada landak, udara dari trachea melewati pasangan bronchus utama kemudian ke dalam cabang bronchus dan broncheolus yang lebih kecil. Proses it uterus berlangsung hingga pada akhirnya berhenti dalam alveoli dimana terjadi pertukaran gas O2 yang masuk dengan dengan CO2 dari dalam tubuh. Nares (hidung) selain sebagai alat pernafasan juga sebagai indra pembau khususnya dalam mencari makan.

Reproduksi

Seperti halnya mamalia lain, landak memiliki organ urogenital berupa ren (ginjal), ureter, vesica urinaria, pada jantan (uterus masculine,ductus deferens, testis, epididymis, urethra, dan penis), sedang pada betina (oviduct, ovarium, servic, dan porus genetalia). Kedua ovarium pada landak biasanya fungsional dalam menghasilkan ovum. Waktu yang diperlukan Landak selama bunting kira-kira 8 minggu. Landak dapat melahirkan anak hingga 2 – 4 ekor dalam satu kali bunting. Setelah anak itu lahir, tubuh anak sangat lemah sampai umur 10 hari. Induk landak akan mengasuh anaknya selama 3 bulan. Setelah lebih dari 3 bulan landak akan mulai belajar mencari makan.

Sirkulasi Darah

System sirkulasi darah pada landak berpusat pada jantung (cor) seperti pada vertebrata lainnya. Organ sirkulasi landak sama seperti mamalia lainnya, emiliki empat ruang jantung yang terdiri atas dua atrium (atrium sinister dan atrium dexter) dan dua ventrikel (ventrikel sinister dan ventrikel dexter). Kesempurnaan sekat rongga interatrium dan interventrikel menyebabkan pembagian yang sempurna antara darah venosus dan darah arteriel. Atrium kanan (atrium dexter) dihubungkan dengan ventrikel kanan (ventrikel dexter) oleh katub trikuspidalis, sedangkan atrium kiri (atrium sinister) dihubungkan oleh katub mitral atau bikuspidalis. System aorta berasal dari bagian lengkung aorta sebelah kiri, lengkung aorta sebelah kanan  menjadi arteri subklavia kanan. Semua vena cava langsung masuk ke atrium kanan (atrium dexter), sedangkan sinus venosus mereduksi pada saat embrio. Eritrosit landak bersifat tidak berinti sel (enukleat).

DAFTAR PUSTAKA

Sastrapradja, Setijati. 1996. Binatang Hama. Bogor: LIPI.

Sukiya. 2005. Biology Vertebrata. Malang: UM press.

Orr, R.T.1976. Vertebrate Biology. Philadelphia: Saunders Company

Vaughan, A Terry. 1978. Mammalogy Second Edition. Philadelphia: Saunders college.

http://dunialandak.com/2010/03/reproduksi-landak/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s