Kemarin, Sekarang & untuk Selamanya

Uncategorized

Mengenal Lebih Dekat Tentang Landak

 

230320131615Pada beberapa postingan yang lalu sudah saya kenalkan bagaimana ciri  umum secara ringkas hewan yang satu ini .landak termasuk salah satu hewan unik karena bentuk fisiknya yang cukup menarik.  kalia ini kiata akan mengenal lebih dekat lagi tentang landak.

Klasifikasi

Kingdom            : Animalia

Filum                   : Chordata

Subphylum       : Vertebrata

Infraphylum    : Gnathostoma

Superclassis    : Tetrapoda

Classis               : Mammalia

Subclassis       : Theria

Infraclassis    : Placentalia

Ordo                 : Rodentia

Suborder         : Hystricomorpha

Subordo          : Hystricomorpha

Infraorder     : Hystricognathi

Infraordo      : Phiomorpha

Familia           : Hystricidae

Genus             : Hystrix

Landak memiliki beberapa jenis  kali ini kita akan mengaenal tentang landak Jawa (Hystrix javanica). Landak jawa (Hystrix javanica) merupakan salah satu satwa yang dilindungi Pemerintah, yaitu Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan PP 7 dan 8 Tahun 1999.

Deskripsi

Landak  jawa (Hystrix javanica) atau dalam bahasa Inggris disebut Sunda Porcupine adalah nama untuk sejenis mamalia berwarna coklat kehitaman dengan bulu-bulu keras (biasa disebut duri) yang menutupi tubuh bagian atas mereka. Bulu Landak ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri. Pada umumnya seekor landak mampu berlari kencang untuk menghindari pemangsa. Namun jika terdesak, Landak akan berhenti dan mendirikan bulu-bulunya yang menyerupai duri yang terdapat di kulit bagian atas. Duri pada landak sebetulnya adalah rambut yang termodifikasi menjadi besar dan mengeras. Duri landak tersusun dari bahan yang sama dengan rambut yaitu keratin, sejenis protein.

Landak  jawa merupakan Rodentia yang berukuran besar, panjang tubuhnya 37 sampai 47 cm, panjang ekor 23 sampai 36 cm,  dengan berat badan 13 sampai 27  kg. Tubuhnya tertutup oleh mantel rambut yang keras di bagian separoh badan ke muka dan bagian bawah, sedang di bagian punggung belakang sampai ekor tampak rambut. Rambut mempunyai tusuk-tusuk sate yang sangat tajam, rambut-rambut yang pendek berwarna hitam kecoklatan sedang yang mempunyai tusuk sate berwarna coklat putih. Matanya sempit berwarna hitam dengan bentuk telinga seperti kepingan uang logam. Landak mampu bertahan hidup hingga 27 tahun.

Habitat

Landak terdapat pada semua tipe hutan, perkebunan, semak-semak, padang rumput dan bahkan tepian perkampungan yang ada di wilayah bagian Jawa dan pulau Madura. Landak merupakan satwa terrestrial ( hidup di tanah ) sehingga Landak membuat sarang dengan membuat lubang di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 5 meter. Lubang ini terdiri beberapa cabang di dalam tanah yang mempunyai beberapa pintu keluar. Satu lubang (berukuran lebih besar) menjadi pintu masuk utama dan beberapa lubang (berukuran lebih kecil) sebagai pintu keluar. Karena habitatnya berada didekat pemukiman warga dan lading masyarakat, tidak jarang landak di anggap sebagai hama yang merusak tanaman di ladang para petani.

Persebaran

Di Indonesia sendiri Landak Jawa (Hystrix javanica) merupakan satwa endemic di pulau Jawa dan masih kerabat dekat dari landak sumatera/Sumatran Porcupine (Hystrix sumatrae) endemik Sumatera, dan Bornean Porcupine(Thecurus crassispinis) endemik Kalimantan. Landak Jawa (Hystrix javanica) terdapat di seluruh pulau Jawa. Persebarannya meliputi daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur dan bahkan sampai Madura.  Dan setu-satunya jenis landak yang ada di Pulau Jawa.

Perilaku

Satwa ini di siang hari bersembunyi di dalam lubang, jika malam keluar dari lubang mencari pakan. Satwa ini seperti tikus suka mengendus-endus tanah dan mondar-mandir di sekitar sarang. Hal ini di maksudkan untuk mendapatkan sumber pakan atau mengantisipasi jika ada bahaya. Apabila dalam keadaan terdesak satwa ini akan menggunakan rambut yang seperti tusuk sate (duri) tersebut yang berperan sebagai pelindung atau sebagai senjata.

Karena termasuk hewan pengerat, maka sering kali Landak memegang batu dan menggerogoti batu itu untuk mengurangi pertumbuhan giginya. Saat mencari makan, Landak menggunakan kaki depannya untuk menggali tanah. Pada saat tidur, Landak biasanya berbaring tengkurap dengan posisi keempat kakinya menyamping dan perut diletakkan di tanah tentu dengan memejamkan matanya.

Bila sedang kawin Landak akan lebih aktif dan agresif, khususnya landak jantan. Ekor landak jantan akan bergerak-gerak dan memutar-mutar ke segala arah di sekitar landak betina. Landak betina cenderung lebih pasif dan jarang bergerak saat kawin, dan hanya sesekali mengikuti gerak landak jantan. Keduanya saling bergerak dan seolah-olah seperti sedang berkelahi. Setelah itu keduanya sama-sama menjilati tubuh pasangannya, terutama di bagian leher. Setelah itu landak jantan bergerak dari arah belakang landak betina untuk menungganginya.

Morfologi

Secara morfologi tubuh landak dibedakan menjadi 5 bagian yaitu : caput, cervik, thorax, abdomen dan glutea. Pada caput (kepala) terdapat nares (hidung), fibrisae (kumis), organon visus (mata), auriculae (daun telinga), porus acusticus externus (lubang telinga) dan rima oris (mulut) dimana terdapat lingua dan dentes.

Gigi (dentes) pada landak memiliki formula   1/1, 0/0, 1/1, 3/3,          sehingga berjumlah 20 gigi.

Cervik pada landak terdapat rambut dan belum di tumbuhi duri. Pada kulit thorak, selain di tumbuhi rambut juga mulai tumbuh duri-duri yang pendek. Pada kulit bagian abdomen, duri-duri cukup panjang-panjang dan tebal. Sedangkan pada bagian glutea, duri-duri pendek namun tebal dan cenderung patah. Landak memiliki 2 pasang kaki yang pada setiap kaki terdapat 5 jari (digiti). Kaki pendek seperti halnya marmut. Bagian abdomen terdapat papilla mamae (puting susu).

Jenis Makanan dan Pencernaan

 Di habitat aslinya landak jawa ini memakan bagian-bagian tanaman seperti akar, ubi-ubian, kulit kayu dan buah-buahan dari berbagai jenis. Di Kebun Binatang Gembira Loka diberi pakan berupa ubi-ubian, sayur-sayuran dengan kuantitas berat pakan yang diberikan 10 % dari berat badannya.

Gigi (dentes) pada landak berfungsi untuk memotong dan mengunyah makanannya. Lidah (lingua) berguna untuk mengatur arah makanan dan juga untuk merasa karena terdapat beberapa tipe papillae yang terhubung dengan tunas rasa. Esophagus sebagai saluranpenghubung antara rongga mulut dengan lambung. Panjang esophagus tergantung dengan panjang leher. Di ujung dalam saluran esophagus terdapat lambung yang berfungsi untuk mencerna makanan. Setelah melalui proses pencernaan secara kimiawi, makanan yang sudah hancur kemudian melalui intestinum tennue, jejenum, dan ileum untuk di serap sari-sarinya. Selanjutnya sisa kotoran di tamping dalam caecum yang nantinya di buang melalui anus.

Penafasan

Pada landak, udara dari trachea melewati pasangan bronchus utama kemudian ke dalam cabang bronchus dan broncheolus yang lebih kecil. Proses it uterus berlangsung hingga pada akhirnya berhenti dalam alveoli dimana terjadi pertukaran gas O2 yang masuk dengan dengan CO2 dari dalam tubuh. Nares (hidung) selain sebagai alat pernafasan juga sebagai indra pembau khususnya dalam mencari makan.

Reproduksi

Seperti halnya mamalia lain, landak memiliki organ urogenital berupa ren (ginjal), ureter, vesica urinaria, pada jantan (uterus masculine,ductus deferens, testis, epididymis, urethra, dan penis), sedang pada betina (oviduct, ovarium, servic, dan porus genetalia). Kedua ovarium pada landak biasanya fungsional dalam menghasilkan ovum. Waktu yang diperlukan Landak selama bunting kira-kira 8 minggu. Landak dapat melahirkan anak hingga 2 – 4 ekor dalam satu kali bunting. Setelah anak itu lahir, tubuh anak sangat lemah sampai umur 10 hari. Induk landak akan mengasuh anaknya selama 3 bulan. Setelah lebih dari 3 bulan landak akan mulai belajar mencari makan.

Sirkulasi Darah

System sirkulasi darah pada landak berpusat pada jantung (cor) seperti pada vertebrata lainnya. Organ sirkulasi landak sama seperti mamalia lainnya, emiliki empat ruang jantung yang terdiri atas dua atrium (atrium sinister dan atrium dexter) dan dua ventrikel (ventrikel sinister dan ventrikel dexter). Kesempurnaan sekat rongga interatrium dan interventrikel menyebabkan pembagian yang sempurna antara darah venosus dan darah arteriel. Atrium kanan (atrium dexter) dihubungkan dengan ventrikel kanan (ventrikel dexter) oleh katub trikuspidalis, sedangkan atrium kiri (atrium sinister) dihubungkan oleh katub mitral atau bikuspidalis. System aorta berasal dari bagian lengkung aorta sebelah kiri, lengkung aorta sebelah kanan  menjadi arteri subklavia kanan. Semua vena cava langsung masuk ke atrium kanan (atrium dexter), sedangkan sinus venosus mereduksi pada saat embrio. Eritrosit landak bersifat tidak berinti sel (enukleat).

DAFTAR PUSTAKA

Sastrapradja, Setijati. 1996. Binatang Hama. Bogor: LIPI.

Sukiya. 2005. Biology Vertebrata. Malang: UM press.

Orr, R.T.1976. Vertebrate Biology. Philadelphia: Saunders Company

Vaughan, A Terry. 1978. Mammalogy Second Edition. Philadelphia: Saunders college.

http://dunialandak.com/2010/03/reproduksi-landak/


JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH  EKOLOGI HEWAN

 

 

 

 

Mata Kuliah

EKOLOGI HEWAN

 


Dosen Pembina

HUSAMAH, SPd.

Program Studi

PENDIDIKSN BIOLOGI

Nama Mahasiswa dan NIM/Kelas

MUSTAFA AINUL YAQIN

201110070311069

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

APRIL 2013

PETUNJUK PENGERJAAN TAKE HOME

1.        Untuk memahami soal-soal take home ini, sebaiknya Anda berdiskusi dengan teman. Lalu kemudian, silahkan jawab sesuai dengan literatur yang Anda miliki dan sesuai dengan pemahaman masing-masing. Jawaban yang menurut dosen pembimbing memiliki tingkat kesamaan tinggi/mencurigakan maka tidak akan diproses!
2.        Setiap jawaban sebaiknya juga dilengkapi dengan literatur. Jadi, jawab dulu sesuai dengan pemahaman Anda dan dukung dengan literatur! Tuliskan literatur yang anda gunakan pada bagian akhir. Jawaban yg bersumber dari buku dan jurnal ilmiah maka akan ada nilai tambah.
3.        Perhatikan teknik penulisan, banyak sedikitnya salah ketik dan kebakuan kalimat juga menjadi penilaian!
4.        Jawaban ini juga harus di-upload di blog masing-masing. Jika Anda bisa me-linkan jawaban dengan literatur maka ada nilai tambah.

 

 

 

SOAL

1.        Konsep waktu-suhu yang berlaku pada hewan  poikilotermik sangat berguna aplikasinya dalam pengendalian hama pertanian, khususnya dari golongan serangga. Jelaskan arti konsep waktu secara singkat, dan berikan contoh ulasannya terkait dengan kasus ulat bulu yang menyerbu tanaman mangga di Probolinggo Tahun 2010.
2.        Jelaskan pemanfaatan konsep kelimpahan, intensitas dan prevalensi, disperse, fekunditas, dan kelulushidupan dalam kaitannya dengan penetapan hewan langka!
 
3.        Jelaskan aplikasi konsep interaksi populasi, khususnya parasitisme dan parasitoidisme, dalam pengendalian biologis. Berikan contohnya!
 
4.        Nilai sikap dan karakter apa yang harus ditumbuhkan pada siswa ketika belajar konsep-konsep dalam ekologi hewan? Berikan contoh riilnya!
 
5.        Uraikan satu contoh pemanfaatan indikator hewan untuk monitoring kondisi lingkungan secara mendetail, mulai dari jenis, prinsip dan praktik pemanfaatannya!
 
6.        Apakah manfaat pengetahuan tentang relung bagi aktivitas konservasi? Berikan salah satu contoh hewan langka, lakukan kajian tentang relungnya. (dalam satu kelas, hewan yang dikaji tidak boleh sama)!

 

Jawaban

  1.   Konsep waktu-suhu merupakan hubungan antara waktu dengan laju pertumbuhan dan perkembangan suatu hewan yang dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Antara laju perkembangan dengan suhu lingkungan terdapat hubungan linier. Hewan, khususnya Hewan poikiloterm lama waktu perkembangan akan berbeda pada suhu lingkungan yang berbeda. Jadi setiap lama waktu perkembangan selalu disertai dengan kisaran suhu proses berlangsungnya perkembangan tersebut. Kepentingan suhu ini tidak hanya pada aktivitasnya melainkan pula berkaitan dengan laju perkembangannya.
    Pengaruh berbagai suhu terhadap hewan ektoterm atau poikiloterm mengikuti suatu pola yang tipikal, walaupun ada perbedaan dari spesies ke spesies yang lain. Pada intinya ada tiga kisaran suhu yang menarik yaitu:
  1. Suhu rendah berbahaya, pada suhu yang ekstrim rendah di bawah batas ambang toleransinya maka hewan ektoterm atau poikiloterm akan mati. Hal ini disebabkan enzim-enzim tidak aktif bekerja sehingga metabolismenya berhenti. Pada suhu yang masih lebih rendah dari suhu optimum, laju metabolismenya dan segala aktivitasnya rendah. Sebagai akibatnya gerakan hewan tersebut menjadi sangat lambat sehingga memudahkan predator atau pemangsa untuk menangkapnya.
  2. Suhu tinggi berbahaya, suhu tinggi akan mendenaturasikan protein yang juga menyusun enzim, dengan adanya denaturasi protein ini menyebabkan metabolism dalam tubuh akan terhambat dan menyebabkan aktivitas dari hewan tersebut akan terhenti.
  3. Suhu di antara keduanya, pada suhu antara ini laju metabolism dari hewan ektoterm akan meningkat dengan makin naiknya suhu secara eksponensial. Hal ini dinyatakan dengan fisiologi hewan sebagai “koefisien suhu”, “koefisien suhu” pada tiap hewan ektoterm relatif sama walaupun ada yang sedikit berbeda, Soetjipta (1993).

Dengan mengetahui konsep waktu-suhu ini kita mampu mengetahui atau memprediksi kapan akan terjadi peledakan populasi, mungkin saja tiap tahun peledakan populasi akan terjadi dan dengan konsep waktu-suhu setidaknya ada tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. seperti contoh kasus peledakan populasi ulat bulu yang menyerbu tanaman mangga di Probolinggo Tahun 2010. Faktor pemicu dari peledakan populasi tersebut adalah suhu, yaitu kenaikan kelembapan udara yang disebabkan oleh hujan yang berkepanjangan di Probolinggo. Sehiingga Suhu yang berfluktuasi mendukung laju pertumbuhan dan perkembangan ulat bulu. Hal itu menyebabkan siklus hidup dari ulat yang terdiri dari stadia, yaitu telur,larva (enam instar), pupa, dan imago berkembang dengan laju pertumbuhan yang baik. Satu ngengat betina dapat menghasilkan telur 200-300 butir dan. Dalam waktu 3-4 hari kemudian, telur menetas menjadi larva insiar 1 dan langsung aktif menjadi larva insiar 5 yang kemudian larva tersebut menjadi pupa. Stadia pupa berlangsung 5-8 hari. Pupa kemudian menjadi ngengat, lalu kawin dan kembali menghasilkan telur untuk generasi berikutnya.

Faktor pemicu ledakan populasi A. submarginata adalah faktor abiotik dan biotik dapat memicu peningkatan populasi ulat bulu, khususnya A. submarginata pada tanaman mangga. Faktor pemicu utama ledakan populasi ulat bulu adalah perubahan ekosistem yang ekstrem pada agroekosistem mangga. Perubahan tersebut dipicu oleh beberapa hal, yakni musim hujan yang panjang pada tahun 2010 yang menyebabkan kenaikan kelembapan udara. Suhu yang berfluktuasi berdampak terhadap iklim mikro yang mendukung perkembangan ulat bulu. Abu vulkanik akibat letusan Gunung Bromo, penanaman hanya satu varietas mangga, peralihan fungsi hutan menjadi hutan produksi, dan penggunaan input kimia seperti pestisida dan pupuk ikut menjadi pemicu ledakan populasi ulat bulu, Yuliantoro Baliadi, Bedjo, dan Suharsono (2011), Jurnal Litbang pertanian 31.(2).

2. Dengan adanya pengetahuan kelimpahan, intensitas dan prevalensi, disperse, fekunditas, dan kelulushidupan kita akan mengaetahui bagaimana suatu hewan dikatergorikan sebagai hewan langka. Kelimpahan populasi suatu spesies mengandung dua aspek yang berbeda, yaitu aspek intensitas dan aspek prevalensi. Intensitas menunjukkan aspek tinggi rendahnya kerapatan populasi dalam area yang dihuni spesies. Sehingga ketika dalam intensitas memiliki kerapatan yangg tinggi akan menyebakan persaingan dalam populasi, ini akan menyebabkan hewan bersaing satu dengan yang dan yang kalah akan mengalami kelangkaan.  Prevalensi menunjukkan jumlah dan ukuran area-area yang ditempati spesies dalam konteks daerah yang lebih luas (masalah sebaran). Suatu spesies hewan yang prevalensinya tinggi (=prevalen) dapat lebih sering dijumpai. Spesies yang prevalensinya rendah, yang daerah penyebarannya terbatas (terlokalisasi) hanya ditemui di tempat tertentu. Misalkan Badak Jawa dan Jalak Bali bersifat endemic dan merupakan spesies langka yang terancam kepunahan. Kategorisasi status spesies dengan memperhitungkan dua aspek tersebut sangat penting terutama dalam menentukan urutan prioritas perhatian dan untuk melakukan upaya-upaya kelestarian spesies hewan langka yang terancam punah. Penyebab Kelangkaan Spesies yang terlokalisasi dan intensitasnya rendah dikategorikan sebagai spesies langka. Adakalanya spesies yang intensitasnya tinggi namun prevalensinya rendahpun dimasukkan dalam kategori tersebut. Fekunditas untuk mengetahui kemampuan populasi untuk bertambah atau untuk meningkatkan jumlahnya, melalui produsi individu baru yang dilahirkan atau ditetaskan dari telur melalui aktifitas perkembangan. Ketersediaan sumber daya lingkungan tertentu akan dimamfaatkan organisme untuk kelulusan hidupnya.

3.      Interaksi antar induvidu atau spesies akan muncul dikarenakan semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Jadi interaksi spesies merupakan, hubungan timbal balik antar organisme baik dari spesies yang sama maupun dari spesies yang berbeda. Interaksi demikian banyak kita lihat di sekitar kita. Persaingan terjadi ketika organisme baik dari spesies yang sama maupun dari spesies yang berbeda menggunakan sumber daya alam. Di dalam menggunakan sumber daya alam, tiap-tiap organisme yang bersaing akan memperebutkan sesuatu yang diperlukan untuk hidup dan pertumbuhannya. Dari interaksi tersebutlah akan di didapat beberapa macam interaksi antar spesies, salah satunya adalah interaksi  parasitesme dimana dalam interaksi ini salah satu organisme akan mengalami kerugian yang sebabkan karena salah satu organisme tersebut untuk mempertahankan hidup. Salah satu contohnya Pada tumbuhan seperti tumbuhan benalu yang menempel pada pohon.

Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bila salah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya. Biasanya interaksi parasitisme ini dilakukan oleh tumbuhan atau hewan tingkat rendah dengan cara menumpang dan menghisap sari makanan dari hewan atau tumbuhan yang ditumpanginya. Hewan atau tumbuhan yang ditumpangi biasa disebut inang. Pada tumbuhan seperti tumbuhan benalu yang menempel pada pohon. http://berbagibersama-tyara.blogspot.com(2012)

 Begitu pula pada Parasitoidisme yang terjadi pada insecta dimana untuk mempertahankan keturunannya insecta ini berkembang dewasa pada organisme inang, dan akan menyebabkan kerugian pada inag bahkan menyebabkan kematian. Contonya insect dari ordo Hymenoptera, dan juga meliputi banyak Diptera. Mereka hidup bebas pada waktu dewasa, tetapi betinanya bertelur di dalam, pada atau dekat insect lain. Larva parasitoid berkembang di dalam (atau jarang pada) individu inang yang masih tingkat pre-dewasa. Pada awalnya hanya sedikit kerusakan yang tampak ditimbulkan terhadap inangnya, tetapi akhirnya hampir dapat mengkonsumsi seluruh inangnya dan dengan demikian makan dapat membunuh inang tersebut sebelum atau sesudah stadium kepompong (pupa). http://ranikurniasih.blogspot.com(2011)

4.      Sikap dan karakter merupakan rasa yang muncul dari masing-masing individu dengan bermacam-macam. Keduanyapun bisa dibentuk karena keberadaan dan kebisaan. Begitu juga dengan kasih sayang akan timbul karena kebiasaan dari perasaan. Hewan adalah bagian dari dari kehidupan yang berada disekitar kita dan bahkan berinteraksi dengan kita. Karakter dan sikap yang harus ditumbuhkan untuk belajar konsep ekologi hewan adalah kasih sayang terhadap hewan, dengan sikap dan karakter tersebut secara otomatis ketika siswa menemukan suatu hewan dengan keberadaan akan memunculkan rasa untuk mengetahui dan mengalisis hewan tersebut dengan timbulnya rasa kasih sayang , sehingga mereka untuk itu akan memahami dan mempelajari konsep-konsep ekologi. Contoh adalah dengan melakukan konservasi pada hewan akan memunculkan rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap hewan. Dengan konservasi akan mengaetahui bagaimana hewan itu akan hidup dalam hábitat dan kesenangannya.

5.      Sebagai contoh adalah serangga insec merupakan salah satu yang dapat digunakan sebagai indicator monitoring lingkungan. Kehadiran serangga insec ini  bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan suatu ekosistem. Salah satu contoh adalah Kumbang bubuk dengan keberadaan kumbang ini yang memeliki manfaat sebagai dekomposer sehingga menentukan ketersediaan unsur hara bagi vegetasi hutan. Mereka juga terlibat dalam penyebaran biji-biji tumbuhan, jadi keberdaan kumbang ini menjadi acuan apakan ekosistem itu setabil atau tidak, karena distribusi lokal dari kumbang bubuk sangat dipengaruhi oleh tingkat naungan vegetasi dan tipe tanah yang ditempati. Dengan itu pula keberadaan kumbang bubuk akan menjadi bukti tercipta keseimbangan alam yang permanen di dalam ekosistem hutan. Jika proses dalam rantai makanan itu terjaga maka dinamika ekosistem hutanpun akan stabil.

Pearson (1994) membagi indikator biologi atas tiga yakni :

  1. Jenis indikator, dimana kehadiran atau ketidakhadirannya mengindikasikan terjadinya perubahan di lingkungan tersebut. Jenis yang mempunyai toleransi yang rendah terhadap perubahan lingkungan (Stanoecious) sangat tepat digolongkan sebagai jenis indikator. Apabila kehadiran, distribusi serta kelimpahannya tinggi maka jenis tersebut merupakan indikator positif, sebaliknya ketidakhadiran atau hilangnya jenis tersebut merupakan indikator negatif
  2. Jenis monitoring, mengindikasikan adanya polutan di lingkungan baik kuantitas maupun kualitasnya. Jenis Monitoring bersifat sensitif dan rentan terhadap berbagai polutan, sehingga sangat cocok untuk menunjukan kondisi yang akut dan kronis.
  3. Jenis uji, adalah jenis yang dipakai untuk mengetahui pengaruh polutan tertentu di alam.

Alfaro dan Singh (1997) melaporkan bahwa kelimpahan invertebrata (yang didominasi oleh serangga) pada kanopi hutan umumnya lebih tinggi pada hutan-hutan yang belum rusak yang menunjukkan bahwa mereka merupakan bioindikator yang ideal terhadap kesehatan hutan.

6.      Dengan mengetahui relung suatu organisme kita akan mengetahui bagaima keberadaan organisme tersebut di suatu habitat yang berada didalam relung habitat yang ditempati, apakah relung yang ditempati organisme tersebut terancam atau terjadi persaingan yang intensif antara organisme yang berada di relung tempat hidup(habitat) dari oranisme tersebut. Sehingga dengan hal tersebut perlu dilakukan langkah konservasi untuk penyelamatan organism yang keberadaanya terancam dalam suatu relung tersebut.

Salah satu hewan langka adalah landak Jawa (Hystrix javanica), keberdaan landak ini hamper punah sehingga hewan ini kelompokkan sebagi hewan langka yang dilindungi. Landak memiliki habitat disemua tipe hutan, perkebunan, semak-semak, padang rumput dan bahkan tepian perkampungan yang ada di wilayah bagian Jawa dan pulau Madura. Landak merupakan satwa terrestrial ( hidup di tanah ) sehingga Landak membuat sarang dengan membuat lubang di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 5 meter. Karena keberadaan relung tempat hidup tersebut menjadikan landak semakin punah. Persaingan dalam relung tempat hidupnya disebabkan beberapa hal :

  • Karena habitatnya berada didekat pemukiman warga dan ladang masyarakat, tidak jarang landak di anggap sebagai hama yang merusak tanaman di ladang para petani.
  • Jenis makanan landak memakan bagian-bagian tanaman seperti akar, ubi-ubian, kulit kayu, sayuran dan buah-buahan dari berbagai jenis. Mengakibatkan landak dianggap sebagai hewan perusak tanaman dan keberadaannya jadi buruan petani.

Landak jawa (Hystrix javanica) merupakan salah satu satwa yang dilindungi Pemerintah, yaitu Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan PP 7 dan 8 Tahun 1999.

Landak  jawa (Hystrix javanica) merupakan mamalia dari ordo rodentia yang memiliki duri yang menutupi kulitnya. Panjang tubuh landak jawa yakni  37 sampai 47 cm, panjang ekor 23 sampai 36 cm,  dengan berat badan 13 sampai 27  kg. Landak jawa mampu hidup hingga 27 tahun jika berada dalam kandang. Landak Jawa merupakan hewan pengerat yang memakan sayuran, buah-buahan, akar-akaran, umbi-umbian, dan kulit kayu. Landak Jawa merupakan hewan endemic yang tersebar di seluruh pulau Jawa hingga Madura. Hewan ini bersifat vivipar atau melahirkan. Masa kehamilannya kira-kira selama 56 hari. Anak yang dilahirkannya akan di asuh sang induk selama 3 bulan dan setelah itu akan dibiarkan mencari makan sendiri. Landak Jawa termasuk dalam hewan terrestrial dengan membuat sarang berupa lubang di tanah. Habitat Landak jawa yaitu di hutan-hutan tropis yang ada di P. Jawa, perkebunan, ladang, padang rumput, dan bahkan disekitar pemukiman warga. Bagi para petani, Landak dianggap sebagai hama karena sering merusak tanaman sayur di ladang dan persawahan. http://meynyeng.wordpress.com(2010)


KONSEP WAKTU-SUHU PADA ULAT BULU TANAMAN MANGGA DI PROBOLINGGO: IDENTIFIKASI, SEBARAN, TINGKAT SERANGAN, PEMICU, DAN CARA PENGENDALIAN

Setelah terjadi ledakan populasi pada Maret-April 2011, ulat bulu dinyatakan sebagai hama potensial tanaman mangga di Probolinggo, Jawa Timur. Ledakan ulat bulu di Probolinggo telah dikaji melalui pengujian di laboratorium dan observasi di lapangan. Terdapat empat spesies ulat bulu yang menyerang tanaman mangga, yaitu Arctornis submarginata, Lymantria marginalis, Lymantria atemeles, dan Dasychira inclusa. Serangan ulat bulu terjadi di sembilan desa dan kerusakan terparah terdapat di Kecamatan Leces, Tegal Siwalan, dan Sumberasih. Tingkat serangan hama ulat bulu berkisar antara 0−20% dari total populasi mangga dengan kehilangan daun mencapai 100%. A. submarginata merupakan spesies yang dominan dan penyebab utama kehilangan daun pada tanaman mangga. Siklus hidup A. submarginata dari telur hingga ngengat berkisar 4−5 minggu. Musim hujan yang panjang, debu vulkanik, penanaman mangga yang menuju satu jenis, yakni manalagi, program hutan produksi, dan penggunaan input agrokimia ditengarai menjadi penyebab utama menurunnya keanekaragaman hayati pada agroekosistem tanaman mangga sehingga menimbulkan ledakan populasi A. submarginata. Kekacauan populasi pascamigrasi A. submarginata dari pertanaman teh dan kemampuan adaptasinya yang tinggi pada tanaman mangga menyebabkan terjadinya peningkatan populasi ulat bulu pada tanaman mangga. Hal ini diperkuat oleh kenyataan bahwa jenis dan populasi musuh alami ulat bulu tergolong tinggi, dan 60−75% pupa terinfeksi oleh patogen serangga (baculovirus dan cendawan) dan 10−15%  mati oleh parasitoid. Pengendalian hama terpadu (PHT) untuk A. submarginata harus berdasarkan pada pemantauan dan penarikan contoh. Komponen teknologi PHT yang dianjurkan adalah pengendalian secara kultur teknis, pengendalian hayati, dan penggunaan pestisida berlabel hijau.

Selengkapnya baca :

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CCsQFjAA&url=http%3A%2F%2Fpustaka.litbang.deptan.go.id%2Fpublikasi%2Fp3312125.pdf&ei=6dNvUeTsIInrrAek_oDABg&usg=AFQjCNGTlaYsQKLnCzZ9Mz–AHf0BWM6ng&bvm=bv.45368065,d.bmk


Hewan Landak

Dari sekian banyak jenis binatang yang ada di planet ini, landak termasuk salah satu hewan unik karena bentuk fisiknya yang cukup menarik. Ciri khusus landak  ini akan coba kita bahas secara ringkas agar membantu bagi anda yang mungkin masih awam dengan binatang aneh yang satu ini.

Ciri-ciri khusus landak antara lain :

  • Adanya bulu kuat berbentuk duri tajam

    Bulu tersebut merupakan alat perlindungan bagi landak apabila dia terancam bahaya. Ketika ada bahaya datang maka bulu-bulu landak akan berdiri dan dapat melukai musuh yang menyerang, bahkan bulu yang menancap pada tubuh lawan akan tertinggal dan terlepas dari tubuh landak

Ciri lainnya adalah habitat hidup landak yang sering menempati lubang-lubang tanah, landak merupakan binatang yang banyak ditemukan di daerah tropis, meskipun penyebarannya sampai ke benua Afrika dan juga Amerika.

Ciri landak yang lain yaitu bentuk tubuh dari hewan ini cenderung agak bulat dengan gerakan yang tidak begitu lincah. Landak merupakan hewan pengerat yang sekarang mulai jarang dijumpai karena popularitasnya yang kian berkurang.


APLIKASI KONSEP WAKTU-SUHU PADA HEWAN POIKILOTERM DALAM PENGENDALIAN HAMA PERTANIAN

biovectrol-em-pestisida-spektakuler-untuk-tanaman-pertanian-dan-perkebunan-yang-sehat

BAB I

PEMBAHASAN

A.      Hewan Poikiloterm

            Posisi poros bumi yang tidak tegak terhadap lintasan edarnya atau condong, menyebabkan posisi jatuhnya sinar matahari di muka bumi berubah-ubah dan tidak sama waktunya di setiap tempat. Berdasarkan pada panajngnya penyinaran yang diperoleh pada masing-masing tempat, maka hewan di setiap bagian belahan bumi mendapatkan radiasi cahaya yang akan menimbulkan panas yang tidak sama. Sementara setiap hewan juga memiliki pengaturan dalam penerimaan dan pelepasan panas dari dan ke lingkungan yang berbeda. Panas yang dihasilkan oleh organisme merupakan salah satu produk proses-proses metabolism dalam tubuhnya, dan panas inilah yang merupakan sumber kemampuan organisme untuk mengatur suhu tubuhnya.

            Penggolongan hewan berdasarkan lingkungnnya ada 2 yaitu hewan yang homeotermal dan kelompok hewan poikilotermal, jika pada suhu lingkungn yang berubah, maka hewan yang homeotermal akan mempertahankan suhu tubuhnya, sehingga akan menjadi kira-kira sama, sedangkan suhu tubuh hewan yang poikilotermal mengikuti perubahan suhu itu.

            Berdasarkan kemampuannya untuk mempertahankan suhu tubuh, hewan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

  1. Poikiloterm yaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu berubah seiring dengan     berubahnya suhu lingkungan. Pada hewan-hewan poikiloterm ini panas tubuhnya sangat tergantung pada sumber panas dari lingkungannya. Kemampuan mengatur suhu tubuh pada hewan ektoterm atau poikiloterm sangat terbatas sehingga suhu tubuh bervariasi mengikuti suhu lingkungannya atau disebut juga sebagai penyelaras (konformer).
  2. Homeoterm yaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu konstan/tidak berubah sekalipun suhu lingkungannya sangat berubah.

B.    Konsep waktu-suhu

Suhu lingkungan menentukan suhu tubuh bagi hewan poikiloterm atau yang sering disebut hewan berdarah dingin. Dan yang lebih pentingnya lagi suhu menjadi faktor pembatas bagi makhluk hidup terutama hewan poikiloterm.  Suhu tubuh menentukan kerja enzim-enzim yang diperlukan oleh tubuh makhluk hidup yang berfungsi membantu proses metabolisme dalam tubuh. Dari sudut pandang ekologi, suhu lingkungan sangat penting terutama bagi hewan poikiloterm untuk aktivitas dan pengaruh terhadap laju perkembangannya. Dalam suatu kisaran suhu tertentu, antara laju perkembangan dengan suhu lingkungan terdapat hubungan linier. Hewan poikiloterm lama waktu perkembangan akan berbeda pada suhu lingkungan yang berbeda. Jadi setiap lama waktu perkembangan selalu disertai dengan kisaran suhu proses berlangsungnya perkembangan tersebut. Pada hewan poikiloterm, waktu merupakan fungsi dari suhu lingkungan, maka kombinasi waktu-suhu yang sering dinamakan waktu fisiologis itu mempunyai arti penting . sebagai contoh, suhu ambang terjadi perkembangan sejenis belalang adalah 16C lama waktu yang diperlukan untuk perkembangan telur hingga menetas 17,5 hari, maka jika pada suhu 30C maka lama waktu untuk menetas hanya 5 hari.

Konsep waktu –suhu ini penting artinya untuk memahami hubungan antara waktu dengan dinamika populasi hewan poikiloterm. Dengan mengetahui konsep waktu-suhu ini kita mampu mengetahui atau memprediksi kapan akan terjadi peledakan populasi, mungkin saja tiap tahun peledakan populasi akan terjadi dan dengan konsep waktu-suhu setidaknya ada tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, seperti dengan memberantas, karena hewan ini merupakan hama dalam pertanian. Dan untuk memberantas hama tersebut harus cepat karena memberantas telur dan pupa berbeda dengan memberantas hewan dewasanya atau dengan kata lain konsep waktu-suhu ini sangan pengting dalam pengendalian hama bagi petani.

Suhu lingkungan mempengaruhi suhu tubuh dari hewan-hewan poikiloterm. Bahkan suhu ini menjadi faktor pembatas bagi kebanyakan makhluk hidup. Suhu tubuh menetukan kerja enzim-enzim yang membantu metabolisme di dalam tubuh. Kepentingan suhu ini tidak hanya pada aktivitasnya melainkan pula berkaitan dengan laju perkembangannya.  Dalam kisaran yang tidak mematikan, pengaruh paling penting oleh suhu terhadap hewan poikiloterm dari sudut pandang ekologik adalah pengaruh suhu atas perkembangan dan pertumbuhan. Dalam hal ini langsung tampak adanya hubungan linear antara laju perkembangan jika dikaitkan dengan suhu tubuh. Dengan kata lain adanya hubungan yang linear antara laju perkembangan dengan suhu.

Pengaruh berbagai suhu terhadap hewan ektoterm atau poikiloterm mengikuti suatu pola yang tipikal, walaupun ada perbedaan dari spesies ke spesies yang lain. Pada intinya ada tiga kisaran suhu yang menarik yaitu:

  1. Suhu rendah berbahaya, pada suhu yang ekstrim rendah di bawah batas ambang toleransinya maka hewan ektoterm atau poikiloterm akan mati. Hal ini disebabkan enzim-enzim tidak aktif bekerja sehingga metabolismenya berhenti. Pada suhu yang masih lebih rendah dari suhu optimum, laju metabolismenya dan segala aktivitasnya rendah. Sebagai akibatnya gerakan hewan tersebut menjadi sangat lambat sehingga memudahkan predator atau pemangsa untuk menangkapnya.
  2.   Suhu tinggi berbahaya, suhu tinggi akan mendenaturasikan protein yang juga menyusun enzim, dengan adanya denaturasi protein ini menyebabkan metabolism dalam tubuh akan terhambat dan menyebabkan aktivitas dari hewan tersebut akan terhenti.
  3.   Suhu di antara keduanya, pada suhu antara ini laju metabolism dari hewan ektoterm akan meningkat dengan makin naiknya suhu secara eksponensial. Hal ini dinyatakan dengan fisiologi hewan sebagai “koefisien suhu”, “koefisien suhu” pada tiap hewan ektoterm relatif sama walaupun ada yang sedikit berbeda.

Tidak seperti pada manusia serta pada hewan endotermal pada umumnya, maka hewan-hewan ektotermal tidak dapat dikatakan memerlukan waktu yang lamanya tertentu. Hewan ektotermal perlu gabungan waktu dengan suhu. Gabungan ini sering disebut sebagai waktu-fisiologik. Dapat dikatakan pula bahwa waktu adalah fungsi suhu untuk hewan ektotermal dan waktu dapat “berhenti” jika suhu turun di bawah harga ambang. Dalam artian bahwa untuk hewan-hewan ektoterm lama waktu perkembangannya akan berbeda-beda pada suhu  lingkungan yang berbeda-beda.

Sebagai salah satu faktor lingkungan yang utama, suhu memberikan efek yang berbeda-beda pada organisme di bumi ini. Variasi suhu lingkungan alami mempunyai efek dan peranan potensial dalam menentukan terjadinya proses kehidupan, penyebaran serta kelimpahan organisme tersebut. Variasi suhu lingkungan dapat ditinjau dari berbagai segi, yaitu dari sifat sikliknya (harian, musiman), dari kaitannya dengan letak tempatnya di garis lintang bumi (latidunal) atau ketinggian diatas permukaan laut (altitudinal) dan kedalaman (perairan tawar, lautan, tanah). Disamping itu juga dikenal variasi suhu alami dalam sifat kaitan yang lebih akrab dengan organisme (mikroklimatik).

Dalam kisaran yang tidak mematikan, pengaruh paling penting oleh suhu terhadap hewan poikiloterm dari sudut pandang ekologi adalah pengaruh suhu atas perkembangan dan pertumbuhan. Dalam hal ini langsung tampak adanya hubungan linear antara laju perkembangan jika diplotkan terhadap suhu tubuh. Tampak pula bahwa penyimpangan dari linearitas hubungan tersebut pada suhu terendah dapat diabaikan, dan lagi makhluk yang bersangkutan secara tipikal menghabiskan waktu dibawah suhu tinggi non linear.seringkali secara sederhana dianggap bahwa laju perkembangan bertambah secara linear pada suhu di atas ambang perkembangan. Hewan ektoterm atau poikiloterm tidak dapat dikatakan memerlukan waktu yang lamanya tertentu. Yang mereka perlukan adalah gabungan waktu dengan suhu. Gabungan ini sering disebut sebagai waktu-fisiologik. Pentingnya konsep waktu-suhu terletak di dalam kemampuan konsep itu untuk memberikan pengertian tentang waktu terjadinya sesuatu, dan tentang dinamika populasi hewan ektoterm atau hewan poikiloterm Soetjipta (1993).

Menurut Soetjipta (1993), malahan sesungguhnya kebanyakkan spesies dan kebanyakkanaktivitas hanya terbatas di kisaran suhu yang lebih sempit. Beberapa makhluk hidup terutama yang sedang di dalam tingkat istirahat, mampu ada dalam suhu sangat rendah dalam waktu yang singkat, sedangkan beberapa mikroorganisme, terutama bakteri, alga, dapat hidup dan berreproduksi di dalam air panas yang suhunya mendekati suhu air mendidih.

Apabila dalam suhu rendah, hewan poikiloterm mungkin berubah menjadi tidak aktif, atau bersifat tidur, atau dalam keadaan sedang hibernasi. Umumnya hewan poikiloterm menggunakan periode penangguhan di dalam keadaan dormansi, yaitu keadaan secara nisbi tidak aktif untuk menghemat energy, dan energi tersebut yang dapat dipergunakan dalam waktu penangguhan berikutnya. Dari keadaan tersebut hewan poikiloterm dapat berfungsi kembali bilaman suhu meningkat di atas harga ambang. Adapun harga ambang adalah kuantitas faktor minimum yang menghasilkan pengaruh yang dapat dirasakan oleh hewan tersebut.

C.  Serangga Salah Satu Hewan Poikiloterm

Serangga adalah makhluk yang berdarah dingin (poikiloterm), bila suhu lingkungan menurun, proses fisiologisnya menjadi lambat. Namun demikian banyak serangga yang tahan hidup pada suhu yang rendah (dingin) pada periode yang pendek, dan ada juga beberapa jenis diantaranya yang mampu bertahan hidup pada suhu rendah atau sangat rendah dalam waktu yang panjang. Selanjutnya Sumardi & Widyastuti (2000) menyatakan bahwa, serangga merupakan kelompok hewan yang paling luas penyebarannya. Hewan ini dapat hidup dimana-mana mulai dari daerah kering hingga daerah basah, mulai dari daerah panas hingga daerah kutub. Serangga memiliki kisaran suhu tertentu dimana dia dapat hidup. Diluar kisaran suhu tersebut serangga akan mati kedinginan atau kepanasan. Pengaruh suhu ini jelas terlihat pada proses fisiologi serangga. Pada waktu tertentu aktivitas serangga tinggi, akan tetapi pada suhu yang lain akan berkurang (menurun). Pada umunya kisaran suhu yang efektif adalah suhu minimum 150C, suhu optimum 250C dan suhu maksimum 450C. Pada suhu yang optimum kemampuan serangga untuk melahirkan keturunan besar dan kematian (mortalitas) sebelum batas umur akan sedikit.

Ketika serangga dewasa yang sedang memencar menemukan lokasi habitat umum serangga inang. Pada langkah permulaan ini rangsangan yang menarik bukan dari tanaman tetapi rangsangan fisik yang berupa cahaya, suhu, kebasahan, angin, atau juga gravitasi. Langkah kedua, faktor penarik yang menolong adalah warna, ukuran dan bentuk tanaman. Begitu serangga telah menemukan inangnya rangsangan tanaman jarak pendek yang mendorong serangga menjadi menetap pada tanaman tersebut. Langkah ketiga, serangga mencoba mencicipi (respon kimiawi) dan meraba-raba (respon fisik) tanaman untuk mengetahui kesesuaiannya untuk mengetahui kesesuaiannya sebagai pakan. Apabila ternyata tanaman tersebut sesuai, serangga akan merusak makannya karena rangsanagan berbagai senyawa kimiawi tanaman yang sesuai. Langkah keempat, penerimaan inang (Untung, 2006)

Serangga berkembang dari telur yang terbentuk di dalam ovarium serangga betina. Kemampuan reproduksi serangga dalam keadaan normal pada umumnya sangat besar. Oleh karena itu, dapat dimengerti mengapa serangga cepat berkembang biak. Masa perkembangan serangga di dalam telur dinamakan perkembangan embrionik, dan setelah serangga keluar (manetas) dari telur dinamakan perkembangan pasca embrionik. Pada serangga perkembangan individunya mulai dari telur sampai menjadi individu dewasa menunjukkan perbedaan bentuk. Keadaan ini disebut dengan metamorfosis. Dua macam perkembangan yang dikenal dalam dunia serangga yaitu metamorfosa sempurna atau holometabola yang melalui tahapan-tahapan atau stadium: telur- larva –pupa-dewasa dan metamorfosis bertahap atau hemimetabola yang melalui stadium-stadium: telur-nimfa-dewasa.

image004

Gambar. Perkembangan serangga secara Holometabola (Perkembangan sempurna)

image006

Gambar. Perkembangan serangga secara Hemimetabola (perkembangan bertahap)

Serangga umumnya memiliki umur imago yang pendek. Ada yang beberapa hari,akan tetapi ada juga yang sampai beberapa bulan. Misalnya umur imago Nilavarpata lugens (Homoptera; Delphacidae) 10 hari, umur imago kepik Helopeltis theivora (Hemiptera; Miridae) 5-10 hari, umur Agrotis ipsilon (Lepidoptera; Noctuidae) sekitar 20 hari, ngengat Lamprosema indicata (Lepidoptera; Pyralidae) 5-9 hari, dan kumbang betina Sitophillus oryzae (Coleoptera; Curculinoidae) 3-5 bulan.

D.    Aplikasi dalam pengendalian hama

Kehadiran dari hama di lahan pertanian disebabkan adanya ketersedian kebutuhan dari hama tersebut seperti makanan maupun tempat untuk berkembang biak. Selain itu faktor abiotik dari lingkungan pertanian seperti kelembaban dan suhu juga ikut mempengaruhi hadirnya suatu hama di areal pertanian tersebut. Seperti yang telah dietahui bahwa setiap hama yang termasuk dalam hewan poikilotermi memiliki laju perkembangan yang sejalan dengan suhu lingkungan, apabila suhu lingkungan sesuai dengan sehu tubuhnya untuk berkembangbiak maka hama dari hewan poikilotermi akan terus melakukan perkembangbiakan.

Pengendalian hama pada saat ini menggunakan obat-obatan kimia yang berbahaya tidak hanya untuk manusia tetapi juga organisme-organisme yang menjadi predator atau antagonis dari hama yang akan dimusnahkan. Selain itu pengggunaan obat-obat kimia akan membuat hama menjadi resisten terhadap obat-obatan dan pada akhirnya hama tidak mati malah akan terus bertambah.

Untuk mengurangi dampak dari penggunaan obat-obat kimiawi dalam pengendalian hama pertanian perlu adnya mekanisme ekologi untuk mengurangi dampak dari hama ini. Tujuan-tujuan dari manajemen ekologis ada 4 kategoris yaitu :

  1.     Mengurangi kecocokan ekosistem terhadap kehidupan hama (contoh hewan poikilotermi dari jenis serangga).
  2. Menggangu ketersediaan sumber makanan yang merupakan kebutuhan hama.
  3. Mengalihkan  populasi hama dari areal pertanian
  4. Mengurangi dampak dari serangan hama

Satu atau beberapa pendekatan dapat kita gunakan dalam manajemen ekologis untuk menjaga agar populasi hama “off balance” dan mencegah agar hama mengakibatkan  kerugian/kerusakan.

Kehadiran atau keberhasilan suatu organisme atau kelompok organisme tergantung kepada komples keadaan. Kadaan yang manapun yang mendekati atau melampaui batas-batas toleransi dinamakan sebagai faktor pembatas. Dengan adanya faktor pembatas ini semakin jelas kemungkinannya apakah suatu organisme akan mampu bertahan dan hidup pada suatu kondisi wilayah tertentu.

Jika suatu organisme mempunyai batas toleransi yang lebar untuk suatu faktor yang relatif mantap dan dalam jumlah yang cukup, maka faktor tadi bukan merupakan faktor pembatas. Sebaliknya apabila organisme diketahui hanya mempunyai batas-batas toleransi tertentu untuk suatu faktor yang beragam, maka faktor tadi dapat dinyatakan sebagai faktor pembatas. Beberapa keadaan faktor pembatas, termasuk diantaranya adalah temperatur, cahaya, air, gas atmosfir, mineral, arus dan tekanan, tanah, dan api. Masing-masing dari organisme mempunyai kisaran kepekaan terhadap faktor pembatas.

Untuk pengaplikasian waktu-suhu dapat dilakukan Pengendalian mekanis dan fisik. Pengendalian fisik adalah tindakan pengendalian yang dilakukan dengan menggunakan suhu tinggi atau suhu rendah. Teknik pengendalian ini bertujuan mengurangi populasi hama dengan cara mengganggu fisiologi serangga atau mengubah lingkungan menjadi kurang sesuai bagi hama. Contoh, mengumpulkan kemudian membinasakan kelompok telur dan ulat yang ada di pertanaman. Selain itu, menggenangi lahan pertanaman, terutama pada stadia vegetatif akhir dan pengisian polong untuk mematikan ulat grayak yang berdiam diri di dalam tanah pada siang hari. Tempat pengendalian secara mekanis dan fisik dapat dilakukan melalui proses aklimatisasi (di alam) dan aklimasi (di laboratorium). Aklimatisasi adalah usaha dilakukan manusia untuk menyesuaikan hewan terhadap kondisi faktor lingkungan di habitat buatan yang baru. Sedangkan aklimasi adalah usaha yang dilakukan manusia untuk menyesuaikan hewan terhadap kondisi faktor lingkungan dalam laboratorium.

Penerapan konsep waktu-suhu dapat dilakukan dibidang pertanian dan perkebunan, salah satunya pengendalian hama serangga. Serangga merupakan hewan poikiloterm atau hewan yang berdarah dingin, dimana sebelumnya telah kita ketahui bahwa hewan poikiloterm tidak dapat mengatur suhu tubuh sendiri, sehingga upaya yang dilakukan dengan membuat kondisi lingkungan di luar batas atas atau di bawah kisaran toleransi yang dimiliki hewan tersebut. Untuk penerapan ini dilakukan dilaboratorium karena jika dilakukan dilingkungan sulit terjadi serta banyak predator yang dapat mengganggu. Sehingga untuk penerapan ini lebih tepat dilakukn dilaboratorium (aklimasi).

Pentingnya  konsep waktu-suhu terletak di dalam kemampuan konsep itu untuk memberi  pengertian tentang waktu terjadinya sesuatu dan tentang dinamika populasi hewan ektoterm. Dengan mengetahui waktu-suhu dari hama yang berasal dari hewan poikilotermi misalnya serangga  maka dapat diramalkan berapa lama hama tersebut berkembang, mulai dari telur samapai dewasa sehingga dapat dilakukan langkah-langkah pemusnahan ataupun pengendalian hama tersebut.

BAB II

ANALISIS

Setelah mempelajari materi mengenai Konsep Waktu-Suhu pada hewan poikiloterm dalam pengendalian hama pertanian, saya kemudian mengajukan bebeapa pertanyaan sebagai berikut:

1.      Mengapa konsep waktu-suhu perlu diterapkan dalam pengendalian hama pertanian?

2.      Mengapa harus mengkaji mengenai konsep waktu-suhu dalam pengendalian hama pertanian pada hewan poikiloterm?

3.      Bagaimana aplikasi konsep waktu-suhu pada hewan poikiloterm dalam pengendalian hama pertanian?

Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya mencoba untuk menganalisisnya mengenai aplikasi Konsep Waktu-Suhu pada hewan poikiloterm dalam pengendalian hama pertanian. Saya mengemukakan bahwa:

a.       Konsep waktu-suhu perlu diterapkan dalam pengendalian hama pertanian

Pengendalian hama pada saat ini menggunakan obat-obatan kimia yang berbahaya tidak hanya untuk manusia tetapi juga organisme-organisme yang menjadi predator atau antagonis dari hama yang akan dimusnahkan. Selain itu pengggunaan obat-obat kimia akan membuat hama menjadi resisten terhadap obat-obatan dan pada akhirnya hama tidak mati malah akan terus bertambah.

b.      Tujuan mengkaji mengenai aplikasi konsep waktu-suhu pada hewan poikiloterm dalam pengendalian hama pertanian

Hewan poikiloterm merupakan hewan yang berdarah dingin, dan untuk mempertahankan hidupnya tergantung dari lingkungan dan salah satu factor lingkungan yang mempengaruhi yaitu suhu. Pada hewan-hewan poikiloterm ini panas tubuhnya sangat tergantung pada sumber panas dari lingkungannya. Kemampuan mengatur suhu tubuh pada hewan ektoterm atau poikiloterm sangat terbatas sehingga suhu tubuh bervariasi mengikuti suhu lingkungannya atau disebut juga sebagai penyelaras (konformer). Suhu lingkungan dapat mempengaruhi pertumbuhan dari hewan poikiloterm yaitu salah satunya serangga. Hal ini terjadi karena dalam kisaran yang tidak mematikan, pengaruh paling penting oleh suhu terhadap hewan poikiloterm dari sudut pandang ekologi adalah pengaruh suhu atas perkembangan dan pertumbuhan. Dalam hal ini langsung tampak adanya hubungan linear antara laju perkembangan jika diplotkan terhadap suhu tubuh. Tampak pula bahwa penyimpangan dari linearitas hubungan tersebut pada suhu terendah dapat diabaikan, dan lagi makhluk yang bersangkutan secara tipikal menghabiskan waktu dibawah suhu tinggi non linear.seringkali secara sederhana dianggap bahwa laju perkembangan bertambah secara linear pada suhu di atas ambang perkembangan. Hewan ektoterm atau poikiloterm tidak dapat dikatakan memerlukan waktu yang lamanya tertentu. Yang mereka perlukan adalah gabungan waktu dengan suhu. Gabungan ini sering disebut sebagai waktu-fisiologik. Pentingnya konsep waktu-suhu terletak di dalam kemampuan konsep itu untuk memberikan pengertian tentang waktu terjadinya sesuatu, dan tentang dinamika populasi hewan ektoterm atau hewan poikiloterm Soetjipta (1993).

c.       Aplikasi konsep waktu-suhu pada hewan poikiloterm dalam pengendalian hama pertanian

Untuk aplikasi konsep waktu-suhu lebih pada pengendalian hama secara mekanis dan fisik. Kehadiran dari hama di lahan pertanian disebabkan adanya ketersedian kebutuhan dari hama tersebut seperti makanan maupun tempat untuk berkembang biak. Selain itu faktor abiotik dari lingkungan pertanian seperti kelembaban dan suhu juga ikut mempengaruhi hadirnya suatu hama di areal pertanian tersebut. Seperti yang telah dietahui bahwa setiap hama yang termasuk dalam hewan poikilotermi memiliki laju perkembangan yang sejalan dengan suhu lingkungan, apabila suhu lingkungan sesuai dengan sehu tubuhnya untuk berkembangbiak maka hama dari hewan poikilotermi akan terus melakukan perkembangbiakan. Contoh aplikasi konsep waktu-suhu dalam pengendalian hama pada serangga (Myzus persicae Sulz) salah satu hewan poikiloterm. Diketahui serangga memiliki suhu untuk hidup 16C, salah satu jenis serangga yaitu Myzus persicae Sulz akan diperlakukan dengan teknik pengendalian hama secara mekanis dan fisik dimana akan dirubah lingkungannya dengan suhu diatas ambang atau normal dari hewan tersebut. Pertumbuhan populasi Myzus persicae Sulz dalam waktu 15 hari tampak meningkat dengan cepat pada keadaan kisaran suhu 15,40C – 33,70C dengan rata-rata 28,40C,  pertumbuhan populasi menjadi tertekan lebih rendah. Selanjutnya jika berada pada batas atas luar ambang yaitu pada kisaran suhu  tinggi 14,30C-41,70C dengan rata-rata. 300C pertumbuhan populasi menjadi sangat tertekan. (Suniarhti, 2005).

Pada pembahasan tentang aplikasi konsep waktu-suhu pada hewan poikiloterm dalam pengendalian hama pertanian sudah tepat dengan cara pengendalian secara mekanis dan fisik. Karena pengendalian secara mekanis dan fisik ini lebih cenderung pada pengaturan suhu dan waktu pada hewan poikiloterm yang sebagian besar merupakan hama dalam pertanian. Dimana kita ketahui hidup hewan poikiloterm tergantung pada lingkungan seperti suhu, kelembaban, cahaya. Dan waktu siklus hidup dari hewan poikiloterm pendek. Sehingga dengan menggunakan konsep waktu-suhu secara langsung merupakan pengendalian hama secara mekanis dan fisik.

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dari sudut pandang ekologi, suhu lingkungan sangat penting terutama bagi hewan poikiloterm untuk aktivitas dan pengaruh terhadap laju perkembangannya. Dalam suatu kisaran suhu tertentu, antara laju perkembangan dengan suhu lingkungan terhadapat hubungan linier. Hewan poikiloterm lama waktu perkembangan akan berbeda pada suhu lingkungan yang berbeda. Jadi setiap lama waktu perkembangan selalu disertai dengan kisaran suhu proses berlangsungnya perkembangan tersebut. Pada hewan poikiloterm, waktu merupakan fungsi dari suhu lingkungan

      Pengaplikasian waktu-suhu dapat dilakukan Pengendalian mekanis dan fisik. Pengendalian fisik adalah tindakan pengendalian yang dilakukan dengan menggunakan suhu tinggi atau suhu rendah. Teknik pengendalian ini bertujuan mengurangi populasi hama dengan cara mengganggu fisiologi serangga atau mengubah lingkungan menjadi kurang sesuai bagi hama

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Muhammad. 2011. (online) http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/04/25/alternatif-teknologi-pengendalian-ulat-grayak-pada-kedelai-dengan-berbagai-jenis-insektisida-biorasional/. Diakses tanggal 5 Februari 2012.

Dharmawan, Agus, dkk. 2005. Ekologi Hewan. Malang: Universitas Negeri Malang (UM Press).

Suniarhti, Nenet, dkk. 2005. (online) http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/bahan_ajar_ilmu_hama_tumbuhan.pdf. diakses tanggal 3 Februari 2012.

Untung, Kasumbogo. 2006. Pengantar Pengelolahan Hama Terpadu Edisi Kedua. Yogyakarta: Gadjah Madah University Press.

Soetjipta. 1993. Dasar-Dasar Ekologi Hewan. Jakarta: Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

Yodha, Adtya Mahatva. 2010. Konsep Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). (Online) (http://aditmahatva.wordpress.com/xmlrpc.php),  diakses tanggal 10 Februari 2012).

1.    


Pengertian Aqidah dan Ruang Lingkup Serta Prinsip-prinsipnya.

A.penertian Aqidah

Kata ” ‘aqidah “ diambil dari kata dasar “al-‘aqdu” yaitu ar-rabth(ikatan), al-Ibraam (pengesahan), al-ihkam(penguatan), at-tawatstsuq(menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah(pengikatan dengan kuat),at-tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan).

“Al-‘Aqdu” (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: ” ‘Aqadahu” “Ya’qiduhu” (mengikatnya), ” ‘Aqdan” (ikatan sumpah), dan ” ‘Uqdatun Nikah” (ikatan menikah). Allah Ta’ala berfirman.

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja …”

 (Al-Maa-idah : 89).

Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul. Bentuk jamak dari aqidah adalah aqa-id. (Lihat kamus bahasa: Lisaanul ‘Arab, al-Qaamuusul Muhiith dan al-Mu’jamul Wasiith: (bab: ‘Aqada).

Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang secara pasti adalah aqidah; baik itu benar ataupun salah.

Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi)

Yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidka tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.

Dengan kata lain, keimanan yang pasti tidak terkandung suatu keraguan apapun pada orang yang  menyakininya. Dan harus sesuai dengan kenyataannya; yang tidak menerima keraguan atau prasangka. Jika hal tersebut tidak sampai pada singkat keyakinan yang kokoh, maka tidak dinamakan aqidah. Dinamakan aqidah, karena orang itu mengikat hatinya diatas hal tersebut.
Aqidah Islamiyyah:

Maknanya adalah keimanan yang pasti teguh dengan Rububiyyah Allah Ta’ala, Uluhiyyah-Nya, para Rasul-Nya, hari Kiamat, takdir baik maupun buruk, semua yang terdapat dalam masalah yang ghaib, pokok-pokok agama dan apa yang sudah disepakati oleh Salafush Shalih dengan ketundukkan yang bulat kepada Allah Ta’ala baik dalam perintah-Nya, hukum-Nya maupun ketaatan kepada-Nya serta meneladani Rasulullah SAW.
Aqidah Islamiyyah:

Jika disebutkan secara mutlak, maka yang dimaksud adalah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena itulah pemahaman Islam yang telah diridhai oleh Allah sebagai agama bagi hamba-Nya. Aqidah Islamiyyh adalah aqidah tiga generasi pertama yang dimuliakan yaitu generasi sahabat, Tabi’in dan orang yang mengikuti mereka dengan baik.

B.ruang lingkup Aqidah

Menurut Hasan al-Banna sistematika ruang lingkup pembahasan aqidah adalah:

1. Ilahiyat
Yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Ilahi seperti wujud Allah dan sifat-sifat Allah, ad’al Alah dan lain-lain

2. Nubuwat
Yaitu pembahasan tentang segala seuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul, termasuk pembahasan tentang Kitab-Kitab Alah, mu’jizat, dan lain sebagainya.

3. Ruhaniyat
Yaitu pembahsasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperti malaikat, Jin, Iblis, Syaitan, Roh dan lain sebagainya.

4. Sam’iyyat
Yaitu pembahahasan tentang segaa sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat sam’I (dalil naqli berupa Al-Quran dan Sunnah) seperti alam barzakh, akhirat, azab kubur, tanda-tanda kiamat, surga neraka dan lainnya.

Aqidah Islamiyah

Aqidah Islamiyah telah memcahkan ‘uqdah al-kubra’ (perkara besar) pada manusia. Aqidah Islam juga memberikan jawaban aras pertanyaan-pertanyaan manusia, sebab Islam telah menjelaskan bahwa alam semesta, manusia, dan kehidupan adalah ciptaan (makhluk) bagi pencipta (al-Kahliq) yaitu Allah swt, dan bahwasannya setelah kehidupan ini akan ada hari kiamat. Hubungan antara kahidupan dunia dengan apa yang ada sebelum kehidupan dunia adalah ketundukan manusia terhadap printah-perintah Allah dan laranga-laranganNya sedangkan hubungan antara kehidupan dunia dengan apa yang ada sesudah kehidupan dunia adalah adanya Hari Kiamat, yang di dalamnya terdapat pahala dan siksa, serta surga dan neraka. Al-Quran telah menetapkan rukun-rukun aqidah ini.

ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, (al-Baqarah, 285)

Didalam hadits yang panjang, Jibril as pernah bertanya kepada rasulullah saw,” Beritahukanlah kepadaku tentang iman!” Lalu Rasul saw menjawab, “Iman itu adlah percaya kepada (adanya) Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan percaya kepadaal-qadr (takdir), baik dan buruknya berasal dari Allah swt”. Jibril berkata, “Engkau benar” (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud dan al-Nasa’i).
Aqidah Islam mempunyai kekhususan-kekhususan diantaranya adalah:

1. Aqidah Islam dibangun berlandaskan akal. Selama kita beriman kepada Allah, al-quran, dan kepada kenabian Mihammad saw dengan jalan akal, maka wajib bagi kita mengimani segala hal yang diberitakan al-Quran kepada kita. Sama saja apakah yang diberitakan itu dapat dijabgkau oleh akal dan panca indera manusia, atau berupa perkara-perkara ghaib yang sama sekali tidak dapat dijangkau oleh panca indera manusia seperti hari akhir, malaikat, dan perkara-perkara ghaib lainnya.

2. Aqidah Islam sesuai dengan fitrah manusia. Beragama (al-tadayun) merupakan hal yang fitri pada diri manusia. Perwujudan dari naluri beragama ini adalah kenyatan bahwa dirinya penuh kelemahan, kekurangan, dan serva membutuhkan terhadap sesuatu yang lain. Kemudian aqidah Islan hadir untuk memberikan pemenuhan terjadap naluri beragama yang ada pada diri manusia, dan membimbing mausia untuk mendapatkan kebenaran akan adanya Pencipta Yang Maha Kuasa. Dimana, semua makhluk yang ada, keberadaanNya sendiri tidak berhantung pada siapapun.

3. Aqidah Islam komprehensif (menyeluruh). Aqidah Islam telah menjawab seluruh pertanyaan manusia tentang alam semesta, manusia, kehidupan, dan menetapkan bahwa semuanya itu adalah makhluk. Aqidah Islam juga menetapkan bahwa sebelum kehidupan dunia ada Allah swt, sedangakn setelah kehidupan dunia adakan ada hari kiamat. Aqidah Islam juga menetapkan bahwa hubungan antara kehidupan dunia dengan apa yang ada sebelum kehidupan dunia adalah keterikatan manusia dengan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah swt. Sedangakn hubungan antara kehidupan dunia ini dengan kehidupan sesudahnya adalah perhitungan, surga dan neraka.

Aqidah mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Diantaranya;

1. Aqidah Islam telah memuaskan akal dan memberikan ketenangan pada jiwa manusia. Sebab, aqidah Islam telah menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban yang memuaskan dan shahih.

2. Aqidah Islam telah menciptakan keteguhan dan keberanian pada diri seorang muslim. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw yang berbunyi:

لن تموت نفس حتى تستوفى أجلها ورزقها وما قدرلها

Tidaklah mati seseorang sampai ditetapkan ajalnya, rezekinya dan apa-apa yang menjadi takdirnya..

3. Aqidah Islam akan membentuk ketakwaan pada diri seorang muslim. Setelah seorang muslim menyadari hubungannya dengan Allah, dan bahwa Allah swt akan menghisab semua pernuatannya pada hari kiamat, maka ia akan menghindarkan diri dari perbuatan yang diharamkan serta melakukan perbuatan baik dan yang dihalalkan. Sebab, ia telah meyakini bahwa hari perhitungan pasti akan datang.

Aqidah juga mempunyai peranan penting bagi kelangsungan hidup bermasyarakat, yaitu:

1. Masyarakat akan beriman kepada Rabb Yang Esa, agama yang satu serta tunduk pada aturan yang satu.
2. Akan mewujudkan masyarakat yang saling melengkapi, saling menjamin seperti halnya satu tubuh, satu-kesatuan pemikiran dan perasaan. Rasulullah saw bersabda:

Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal persahabatan dan kasih saying adalah ibarat satu utbuh. Bila salah satu anggota tubuh terserang sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lain akan ikut terserang demam dan susah tidur.
3. akan tercipta ikatan ideologis yang kaut serta diantara individu-individu anggota masyarakat, yakni ikatan ukhwah Islamiyah.

C.Prinsip Aqidah

Aqidah Islam dasarnya adalah iman kepada Allah, iman kepada malaikat-Nya, iman kepada kitab-kitab-Nya, iman kepada para rasul-Nya, iman kepada hari Akhir, dan iman kepada takdir yang baik dan yang buruk. Dasar-dasar ini telah ditunjukkan oleh Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya.

Allah berfirman :

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi…” (Al Baqarah 177)

Dalam soal takdir, Allah berfirman:

وَمَا أَمْرُنَا إِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ  (49) ا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ نَّ إِ

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran, dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti sekejap mata.” (Al Qomar 49-50)

Nabi juga bersabda dalam sunnahnya sebagai jawaban terhadap malaikat Jibril ketika bertanya tentang iman:

اْلإِيْمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.

“Iman adalah engkau mengimani Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari Kemudian, dan mengimani takdir yang baik dan yang buruk.” (HR. Muslim).


Pengertian, Tujuan dan Sumber Ajaran Islam,Serta Ruang Lingkupnnya

islam

A. Pengertian Islam.
Ada dua sisi yang dapat kita gunakan untuk memahami pengertian agama Islam(A.Mukti Ali, 1991:719)., yaitu sisi kebahasaan dan sisi peristilahan. Kedua sisi pengertian tentang Islam ini dapat di jelaskan sebagai berikut :
Dari segi kebahasaan Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa dan damai. Dan kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian.
Senada dengan pendapat di atas, sumber lain mengatakan Islam berasal dari bahasa Arab, terambil dari kata salima yang berarti selamat sentosa. Dari asal kata itu dibentuk kata aslama yang artinya memelihara dalam keadaan selamat sentosa dan berarti pula menyerahkan diri, tunduk, patuh dan taat kepada Allah SWT. Sehingga manusia di haruskan untuk mematuhi semua perintah Allah SWT dan menjahui semua laranganNYA agar hidup kita dalam perlindunganNYA selamat dan damai dunia maupun akherat.

B. Tujuan Ajaran Islam.
Islam diajarkan dan dipelajari sejak kecil agar bertujuan untuk menyelamatkan manusia dari penderitaan hidup di dunia maupun di akherat. Dengan berpegang teguh pada ajaran ini semua manusia pasti akan hidup damai dan sejahtera, karena islam mengeajarkan norma – norma hidup dan perilaku kehidupan yang baik dan jauh dari penderitaan dan kemaksiatan yang akan membawa kita pada penyiksaan di hari akhir nanti. Dengan adanya pemahaman islam, manusia akan lebih bisa mendekatkan diri pada sang pencipta dan akan terhindar dari segala siksaan dan dosa

C. Sumber Ajaran Islam.
Dikalangan ulama terdapat kesepakatan bahwa sumber ajaran islam yang utama adalah Al quran dan As sunnah :

I. Al-quran.
Alquran adalah firman Allah yang diturunkan kepada rasulullah, Muhammad bin Abdul,melalui jibril dengan menggunakan lafal bahasa arab dan maknanya yang benar . agar ia menjadi hujjah bagi rasul bahwa ia benar-benar rasulullah, menjadi undang-undang bagi manusia, memberi petunjuk kepada mereka, dan menjadi sarana dan ibadah kepada Allah dengan membacanya. Selanjutnya Alquran juga berfungsi sebagai hakim atau wasit yang mengatur jalannya kehidupan manusia agar berjalan lurus, itulah sebabnya ketika umat islam berselisih dalam segala urusannya hendaknya ia berhakim kepada Alquran.

II. As-sunnah.
Menurut bahasa As sunnah artinya jalan hidup yang dibiasakan terkadang jalan tersebut ada yang baik dan ada pula yang buruk, yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad SAW, baik dalam bentuk ucapan, perbuatan maupun ketetapan. Pengertian ini didasarkan pada pandangan mereka terhadap nabi sebagai suri tauladan yang baik bagi manusia. Sementara itu ulama ushul mengartikan bahwa As sunnah adalah sesuatu yang berasal dari nabi Muhammad SAW dalam bentuk ucapan,perbuatan dan persetujuan beliau yang berkaitan dengan hukum. sedangkan ulama fiqih mengartikan As sunnah sebagai salah satu bentuk hukum syara’ yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan ditinggalkan tidak berdosa.

D. Ruang Lingkup Ajaran Islam
Ruang lingkup ajaran islam terdapat 3 pegangan yaitu Aqidah,
Syariah dan Akhlaq.

I. Aqidah.

Kata aqidah berasal dari bahasa Arab, yaitu العقد yang berarti الجمع بين أطراف الشيء (menghimpun atau mempertemukan dua buah ujung atau sudut/ mengikat). Secara istilah aqidah berarti keyakinan keagamaan yang dianut oleh seseorang dan menjadi landasan segala bentuk aktivitas, sikap, pandangan dan pegangan hidupnya. Istilah ini identik dengan iman yang berarti kepercayaan atau keyakinan

Sekiranya disinergiskan antara makna lughawi dan istilah dari kata aqidah di atas dapat digambarkan bahwa aqidah adalah suatu bentuk keterikatan atau keterkaitan antara seorang hamba dengan Tuhannya, sehingga kondisi ini selalu mempengaruhi hamba dalam seluruh perilaku, aktivitas dan pekerjaan yang ia lakukan. Dengan kata lain keterikatan tersebut akan mempengaruhi dan mengontrol dan mengarahkan semua tindak-tanduknya kepada nilai-nilai ketuhanan.

Masalah-masalah aqidah selalu dikaitkan dengan keyakinan terhadap Allah, Rasul dan hal-hal yang ghaib yang lebih dikenal dengan istilah rukun iman. Di samping itu juga menyangkut dengan masalah eskatologi, yaitu masalah akhirat dan kehidupan setelah berbangkit kelak. Keterkaitan dengan keyakinan dan keimanan, maka muncul arkanul iman, yakni, iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, hari akhirat, qadha dan qadar.

Di dunia Islam, permasalahan aqidah telah terbawa pada berbagai pemahaman, sehingga menimbulkan kelompok-kelompok di mana masing-masing kelompok memiliki metode dan keyakinan masing-masing dalam pemahamannya. Di antara kelompok-kelompok tersebut adalah Muktazilah, Asy’ariyah, Mathuridiyah, Khawarij dan Murjiah.

Menurut Harun Nasution, timbulnya berbagai kelompok dalam masalah aqidah atau teologi berawal ketika terjadinya peristiwa arbitrase (tahkim) ketika menyelesaikan sengketa antara kelompok Mu’awiyah dan Ali ibn Abi Thalib. Kaum Khawarij memandang bahwa hal tersebut bertentangan dengan QS al-Maidah/ 5: 44 yang berbunyi;

…ومن لم يحكم بما أنزل الله فألئك هم الكافرون

Siapa yang tidak menentukan hukum dengan apa yang diturunkan Allah adalah kafir (QS al-Maidah/ 5: 44).

Peristiwa tersebut membuat kelompok Khawarij tidak senang, sehingga mereka mendirikan kelompok tersendiri serta memandang bahwa Mu’awiyah dan Ali ibn Abi Thalib adalah Kafir, sebab mereka telah melenceng dari ketentuan yang telah digariskan al-Qur’an. Dengan berdirinya kelompok ini, juga memicu berdirinya kelompok-kelompok lain dalam masalah teologi, sehingga masing-masing memiliki pemahaman yang berbeda dengan yang lainnya. Namun demikian, perbedaan tersebut tidaklah sampai menafikan Allah, dengan kata lain perbedaan pemahaman tersebut tidak sampai menjurus untuk lari dari tauhid atau berpaling pada thâgh ût.

Di antara sumber perbedaan pemahaman antara masing-masing golongan tersebut antara lain adalah masalah kebebasan manusia dan kehendak mutlak Tuhan. Ada kelompok yang menganggap bahwa kekuasan Tuhan adalah maha mutlak, sehingga manusia tidaklah memiliki pilihan lain dalam berbuat dan berkehendak. Kelompok ini diwakili oleh kelompok Asy’ariyah. Ada pula kelompok bahwa Tuhan memang maha kuasa, tetapi Tuhan menciptakan sunnah-Nya dalam mengatur kebebasan manusia, sehingga manusia memiliki alternatif dan pilihan dalam berkehendak dan berbuat sesuai dengan sunnah yang telah ditetapkan. Dengan kata lain manusia bebas dalam berbuat dan berkehendak. Kelompok ini diwakili oleh kelompok Muktazilah. Ada pula kelompok yang mengambil sikap pertengahan antara kedua kelompok tersebut, namun mereka tetap meyakini bahwa Allah maha kuasa terhadap seluruh tindak-tanduk dan kehendak manusia. Kelompok ini diwakili oleh Mathuridiyah.

Itulah sekilas tentang permasalahan aqidah serta pemikiran masing-masing kelompoknya, di mana semua itu beranjak dari pemahaman mereka terhadap kekuasaan Allah dan kebebasan manusia.

II.Syariah.
Syari’ah adalah sistem hukum yang didasari Al-Qur’an, As-Sunnah, atau Ijtihad. Seorang pemeluk Agama Islam berkewajiban menjalankan ketentuan ini sebagai konsekwensi dari ke-Islamannya. Menjalankan syari’ah berarti melaksanakan ibadah. Dalam hal ini tidak hanya yang bersifat ritual, seperti yang termaksud dalam Rukun Islam, seperti: bersyahadat, sholat, zakat, puasa, dan berhaji bagi yang mampu. Akan tetapi juga meliputi seluruh aktifitas (perkataan maupun perbuatan) yang dilandasi keiman terhadap Allah SWT.

III. Akhlaq.
Akhlaq merupakan bentuk jamak dari الخلق (al-khuluq) yang berarti القوى والسجايا المدركة بالبصيرة (kekuatan jiwa dan perangai yang dapat diperoleh melalui pengasahan mata bathin). Dari pengertian lughawi ini, terlihat bahwa akhlaq dapat diperoleh dengan melatih mata bathin dan ruh seseorang terhadap hal yang baik-baik. Dengan demikian dari pengertian lughawi ini tersirat bahwa pemahaman akhlaq lebih menjurus pada perbuatan-perbuatan terpuji. Konsekuensinya adalah bahwa perbuatan jahat dan melenceng adalah perbuatan yang tidak berakhlaq (bukan akhlâq al-madzmûmah).

Secara istilah akhlaq berarti tingkah laku yang lahir dari manusia dengan sengaja, tidak dibuat-buat dan telah menjadi kebiasaan. Sedangkan Nazaruddin Razak, mengungkapkan akhlak dengan makna akhlak islam, yakni suatu sikap mental dan laku perbuatan yang luhur, mempunyai hubungan dengan Zat Yang Maha Kuasa dan juga merupakan produk dari keyakinan atas kekuasaan dan keeasaan Tuhan, yaitu produk dari jiwa tauhid. Dari pengertian ini terlihat sinergisitas antara makna akhlaq dengan al-khalq yang berarti penciptaan di mana kedua kata ini berasal dari akar kata yang sama. Dengan demikian pengertian ini menggambarkan bahwa akhlaq adalah hasil kreasi manusia yang sudah dibiasakan dan bukan datang dengan spontan begitu saja, sebab ini ada kaitannya dengan al-khalq yang berarti mencipta. Maka akhlaq adalah sifat, karakter dan perilaku manusia yang sudah dibiasakan.

Al-Qur’an memberi kebebasan kepada manusia untuk bertingkah laku baik atau berbuat buruk sesuai dengan kehendaknya. Atas dasar kehendak dan pilihannya itulah manusia akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat atas segala tingkah lakunya. Di samping itu, akhlaq seorang muslim harus merujuk kepada al-Qur’an dan sunnah sebagai pegangan dan pedoman dalam hidup dan kehidupan.

Secara garis besar menurut Endang Saifuddin Anshari, akhlak terdiri atas; pertama, akhlak manusia terhadap khalik, kedua, akhlak manusia terhadap sesama makhluk, yakni akhlak manusia terhadap sesama manusia dan akhlak manusia terhadap alam lainnya.

Menurut Muhammad Quraish Shihab, akhlaq manusia terhadap Allah SWT bertitik tolak dari pengakuan dan kesadarannya bahwa tidak ada Tuhan Selain Allah yang memiliki sifat terpuji dan sempurna. Dari pengakuan dan kesadaran itu akan lahir tingkah laku dan sikap sebagai berikut:

1)      Mensucikan Allah dan senantiasa memujinya.

2)      Bertawakkal atau berserah diri kepada Allah setelah berbuat dan berusaha terlebih dahulu.

3)      Berbaik sangka kepada Allah, bahwa yang datang dari Allah kepada makhluk-Nya hanyalah kebaikan.

Adapun akhlaq kepada sesama manusia dapat dibedakan kepada beberapa hal, yaitu:

  1. Akhlaq kepada orang tua, yaitu dengan senantiasa memelihara keredhaannya, berbakti kepada keduanya dan memelihara etika pergaulan dengan keduanya.
  2. Akhlaq terhadap kaum kerabat, yaitu dengan menjaga hubungan shilaturrahim serta berbuat kebaikan kepada sesama seperti mencintai dan merasakan suka duka bersama mereka.
  3. Akhlaq kepada tetangga, yaitu dengan menjaga diri untuk tidak menyakiti hatinya, senantiasa berbuat baik (ihsân) dan lain-lain sebagainya.

Asal usul kejadian manusia serta potensi-potensinya dan kelebihannya atas makhluk lain.

janin

Al-Qur’an adalah kitabullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. untuk segenap manusia. Di dalamnya Allah menyapa akal dan perasaan manusia, mengajarkan tauhid kepada manusia, menyucikan manusia dengan berbagai ibadah, menunjukkan manusia kepada hal-hal yang dapat membawa kebaikan serta kemaslahatan dalam kehidupan individual dan sosial manusia, membimbing manusia kepada agama yang luhur agar mewujudkan diri, mengembangkan kepribadian manusia, serta meningkatkan diri manusia ke taraf kesempurnaan insani. Sehingga, manusia dapat mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Al-Qur’an juga mendorong manusia untuk merenungkan perihal dirinya, keajaiban penciptaannya, serta keakuratan pembentukannya. Sebab, pengenalan manusia terhadap dirinya dapat mengantarkannya pada ma’rifatullah, sebagaimana tersirat dalam Surah at-Taariq [86] ayat 5-7.

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ . خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ . يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ

Maka, hendaklah manusia merenungkan, dari apa ia diciptakan. Ia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada. (Q.S. at-Taariq [86]: 5-7)

Berkaitan dengan hal ini, terdapat sebuah atsar yang menyebutkan bahwa “Barang siapa mengenal dirinya, niscaya ia mengenal Tuhan-nya.”

Di samping itu, Al-Qur’an juga memuat petunjuk mengenai manusia, sifat-sifat dan keadaan psikologisnya yang berkaitan dengan pembentukan gambaran yang benar tentang kepribadian manusia, motivasi utama yang menggerakkan perilaku manusia, serta faktor-faktor yang mendasari keselarasan dan kesempurnaan kepribadian manusia dan terwujudnya kesehatan jiwa manusia.

Definisi Manusia

Ketika berbicara tentang manusia, Al-Qur’an menggunakan tiga istilah pokok. Pertama, menggunakan kata yang terdiri atas huruf alif, nun, dan sin, seperti kata insan, ins, naas, dan unaas. Kedua, menggunakan kata basyar. Ketiga, menggunakan kata Bani Adam dan dzurriyat Adam.

Menurut M. Quraish Shihab, kata basyar terambil dari akar kata yang bermakna penampakan sesuatu dengan baik dan indah. Dari akar kata yang sama lahir kata basyarah yang berarti kulit. Al-Qur’an menggunakan kata basyar sebanyak 36 kali dalam bentuk tunggal dan sekali dalam bentuk mutsanna untuk menunjuk manusia dari sudut lahiriahnya serta persamaannya dengan manusia seluruhnya. Dengan demikian, kata basyar dalam Al-Qur’an menunjuk pada dimensi material manusia yang suka makan, minum, tidur, dan jalan-jalan. Dari makna ini lantas lahir makna-makna lain yang lebih memperkaya definisi manusia. Dari akar kata basyar lahir makna bahwa proses penciptaan manusia terjadi secara bertahap sehingga mencapai tahap kedewasaan.

Allah swt. berfirman:

َ وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (Q.S. ar-Rum [30]: 20)

Selain itu, kata basyar juga dikaitkan dengan kedewasaan manusia yang menjadikannya mampu memikul tanggung jawab. Akibat kemampuan mengemban tanggung jawab inilah, maka pantas tugas kekhalifahan dibebankan kepada manusia. Hal ini sebagaimana firman Allah berikut ini.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ . فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Q.S. al-Hijr [15]: 28-29):

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. al-Baqarah [2]: 30)

Sementara itu, kata insan terambil dari kata ins yang berarti jinak, harmonis, dan tampak. Musa Asy’arie menambahkan bahwa kata insan berasal dari tiga kata: anasa yang berarti melihat, meminta izin, dan mengetahui; nasiya yang berarti lupa; dan al-uns yang berarti jinak. Menurut M. Quraish Shihab, makna jinak, harmonis, dan tampak lebih tepat daripada pendapat yang mengatakan bahwa kata insan terambil dari kata nasiya (lupa) dan kata naasa-yanuusu (berguncang). Dalam Al-Qur’an, kata insaan disebut sebanyak 65 kali. Kata insaan digunakan Al-Qur’an untuk menunjuk kepada manusia dengan seluruh totalitasnya, jiwa dan raga. Bahkan, lebih jauh Bintusy Syathi’ menegaskan bahwa makna kata insaan inilah yang membawa manusia sampai pada derajat yang membuatnya pantas menjadi khalifah di muka bumi, menerima beban takliif dan amanat kekuasaan.

Dua kata ini, yakni basyar dan insaan, sudah cukup menggambarkan hakikat manusia dalam Al-Qur’an. Dari dua kata ini, kami menyimpulkan bahwa definisi manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, yang diciptakan secara bertahap, yang terdiri atas dimensi jiwa dan raga, jasmani dan rohani, sehingga memungkinkannya untuk menjadi wakil Allah di muka bumi (khaliifah Allah fii al-ardl).

Asal-Usul Penciptaan Manusia

Al-Qur’an telah memberikan informasi kepada kita mengenai proses penciptaan manusia melalui beberapa fase: dari tanah menjadi lumpur, menjadi tanah liat yang dibentuk, menjadi tanah kering, kemudian Allah swt. meniupkan ruh kepadanya, lalu terciptalah Adam a.s. Hal ini diisyaratkan Allah dalam Surah Shaad [38] ayat 71-72.

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ . فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka, apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku, maka hendaklah kamu menyungkur dengan bersujud kepadanya.” (Q.S. Shaad [38]: 71-72.)

Perhatikan juga firman Allah dalam Surah al-H{ijr [15] ayat 28-29.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ . فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Q.S. al-Hijr [15]: 28-29)

Dalam Al-Qur’an, kata ruh (ar-ruh) mempunyai beberapa arti. Pengertian ruh yang disebutkan dalam ayat-ayat yang menjelaskan penciptaan Adam a.s. adalah ruh dari Allah swt. yang menjadikan manusia memiliki kecenderungan pada sifat-sifat luhur dan mengikuti kebenaran.Hal ini yang kemudian menjadikan manusia lebih unggul dibanding seluruh makhluk yang lain. Karakteristik ruh yang berasal dari Allah ini menjadikan manusia cenderung untuk mengenal Allah swt. dan beribadah kepada-Nya, memperoleh ilmu pengetahuan dan menggunakannya untuk kemakmuran bumi, serta berpegang pada nilai-nilai luhur dalam perilakunya, baik secara individual maupun sosial, yang dapat mengangkat derajatnya ke taraf kesempurnaan insaniah yang tinggi. Oleh sebab itu, manusia layak menjadi khalifah Allah swt.

Ruh dan materi yang terdapat pada manusia itu tercipta dalam satu kesatuan yang saling melengkapi dan harmonis. Dari perpaduan keduanya ini terbentuklah diri manusia dan kepribadiannya. Dengan memperhatikan esensi manusia dengan sempurna dari perpaduan dua unsur tersebut, ruh dan materi, kita akan dapat memahami kepribadian manusia secara akurat.

Kemudian, dalam ayat lain juga disebutkan mengenai permulaan penciptaan manusia yang berasal dari tanah.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan, kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Q.S. al-Hajj [22]: 5)

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ . ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آَخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka, Mahasuci-lah Allah, Pencipta yang paling baik. (Q.S. al-Mu’minuun [23]: 13-14)

Itulah di antara sekian banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang asal-usul penciptaan manusia. Penciptaan manusia yang bermula dari tanah ini tidak berarti bahwa manusia dicetak dengan memakai bahan tanah seperti orang membuat patung dari tanah. Akan tetapi, penciptaan manusia dari tanah tersebut bermakna simbolik, yaitu saripati yang merupakan faktor utama dalam pembentukan jasad manusia. Penegasan Al-Qur’an yang menyatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah ini merujuk pada pengertian jasadnya. Oleh karena itu, Al-Qur’an menyatakan bahwa kelak ketika ajal kematian manusia telah sampai, maka jasad itu akan kembali pula ke asalnya, yaitu tanah.

Secara komprehensif, Umar Shihab memaparkan bahwa proses penciptaan manusia terbagi ke dalam beberapa fase kehidupan sebagai berikut. Pertama, fase awal kehidupan manusia yang berupa tanah. Manusia berasal dari tanah disebabkan oleh dua hal: (1) manusia adalah keturunan Nabi Adam a.s. yang diciptakan dari tanah; (2) sperma atau ovum yang menjadi cikal bakal manusia bersumber dari saripati makanan yang berasal dari tanah. Kedua, saripati makanan yang berasal dari tanah tersebut menjadi sperma atau ovum, yang disebut oleh Al-Qur’an dengan istilah nutfah. Ketiga, kemudian sperma dan ovum tersebut menyatu dan menetap di rahim sehingga berubah menjadi embrio (‘alaqah). Keempat, proses selanjutnya, embrio tersebut berubah menjadi segumpal daging (mudlghah). Kelima, proses ini merupakan kelanjutan dari mudlghah. Dalam hal ini, bentuk embrio sudah mengeras dan menguat sampai berubah menjadi tulang belulang (‘idzaam). Keenam, proses penciptaan manusia selanjutnya adalah menjadi daging (lahmah). Ketujuh, proses peniupan ruh. Pada fase ini, embrio sudah berubah menjadi bayi dan mulai bergerak. Kedelapan, setelah sempurna kejadiannya, akhirnya lahirlah bayi tersebut ke atas dunia.


Phylum Protozoa

Definisi protozoa adalah hewan-hewan bersel tunggal. Hewan-hewan itu mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel tunggal hewan multiselular dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun protozoa merupakan organisme sempurna. Karena sifat struktur yang demikian itu, maka berbagai ahli dalam zoology menamakan protozoa itu aselular tetapi keseluruhan organisme dibungkus oleh satu plasma membrane.

Protozoa itu kecil, berukuran kurang dari sepuluh micron dan walaupun jarang, ada yang mencapai 6 milimeter contoh : Ciliata spirostomum sp (3mm) dan sporozoa Porospora gigantean (16 mm).
Protozoa hidup di dalam air tawar, dalam air laut tanah yang lembab atau dalam tubuh hewan lain.

SISTEM PENCERNAAN PROTOZOA

a. Cara makan protozoa yang memiliki mulut yaitu dengan memasukkan makananya melalui mulut kemudian menuju kerongkongan melalui sitofaring dan berakhir pada vakuola makanan (vakuola nonkontraktif). Sebaliknya bagi protozoa yang tidak memiliki mulut, yaitu dengan menelan secara utuh mangsanya melalui permukaan selnya. Sisa-sisa makanan akan dibuang melalui lubang pada ektoplasma.
b. Protozoa yang bersifat parasit akan menyerap makanan (berupa cairan tubuh inangnya) melalui seluruh permukaan tubuhnya.
c. Protozoa yang memakan organism lain yang lebih kecil seperti bakteri, alga disebut holozoik.
d. Jika makanannya dihasilkannya sendiri melalui fotosintesis seperti pada tumbuhan hijau, maka protozoa disebut bersifat haloptik.
e. Protozoa yang makanannya berupa bahan-bahan organic dari isa sisa tumbuhan disebut saprofitik.

Merupakan filum hewan bersel satu yang dapat melakukan reproduksi seksual (generatif) maupun aseksual (vegetatif). Habitat hidupnya adalah tempat yang basah atau berair. Jika kondisi lingkungan tempat hidupnya tidak menguntungkanmaka protozoa akan membentuk membran tebal dan kuat yang disebut Kista. Ilmuwan yang pertama kali mempelajariprotozoa adalah Anthony van Leeuwenhoek.

Dari penjelasan di atas, ciri umum protozoa adalah :
– Merupakan organisme bersel tunggal.
– Memiliki Membran inti (eukariota)
– Habitat hidupnya tempat basah atau berair.
– Reproduksi secara seksual dan aseksual.

PROTOZOA DIBAGI MENJADI 4 KELAS BERDASARKAN ALAT GERAK :

1 Rhizopoda (Sarcodina),
alat geraknya berupa pseudopoda (kaki semu). Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia)yang merupakan penjuluran protoplasma sel. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia.Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba.Ektoamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain (hidup bebas), contohnya Ameoba proteus, Foraminifera, Arcella, Radiolaria.Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme, contohnya Entamoeba histolityca, Entamoeba coli.

Amoeba proteus, memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil.
Entamoeba histolityca, menyebabkan disentri amuba (bedakan dengan disentri basiler yang disebabkan Shigella dysentriae)
Entamoeba gingivalis, menyebabkan pembusukan makanan di dalam mulut radang gusi (Gingivitis)
Foraminifera sp., fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi.
Radiolaria sp., endapan tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan untuk bahan penggosok.

2 Flagellata (Mastigophora),
alat geraknya berupa nagel (bulu cambuk).Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan.Dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :

Fitoflagellata Flagellata autotrofik (berkloroplas), dapat berfotosintesis. Contohnya : Euglena viridis, Noctiluca milliaris, Volvox globator.Zooflagellata.

Flagellata heterotrofik (Tidak berkloroplas).Contohnya : Trypanosoma gambiens, Leishmania .

Dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
• Golongan phytonagellata
Euglena viridis (makhluk hidup peralihah antara protozoa dengan ganggang)
Volvax globator (makhluh hidup peralihah antara protozoa dengan ganggang)
Noctiluca millaris (hidup di laut dan dapat mengeluarkan cahaya bila terkena rangsangan mekanik)
• Golongan Zooflagellata, contohnya :
Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense.
– Trypanosoma cruzl
– Trypanosoma evansi
– Leishmaniadonovani
– Trichomonas vaginalis

3. Ciliata (Ciliophora),

alat gerak berupa silia (rambut getar)Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel.Memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensisntesis RNA, juga penting untuk reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ditemukan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak ditemukan hidup di laut maupun di air tawar. Contoh :
Paramaecium caudatum.
• Balantidium coli.

4 Sporozoa,
adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Cara bergerak hewan ini dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. Pembiakan secara vegetatif (aseksual) disebut juga Skizogoni dan secara generatif (seksual) disebut Sporogoni.Marga yang berhubungan dengan kesehatan manusia Þ Toxopinsma dan Plasmodium. . Tidak memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora (sporozoid) sebagai cara perkembang biakannya. Sporozoid memiliki organel-organel kompleks pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang.Hidupnya parasit pada manusia dan hewan.Contoh : Plasmodium falciparum , Plasmodium malariae , Plasmodium vivax . Gregarina.

Jenis-jenisnya antara lain:
Plasmodiumfalciparum
– Plasmodium vivax
– Plasmodium malariae
– Plasmodiumovale Þ malaria ovale


Super Klas Pisces

ikan

Pisces (ikan) hidup di air. Pisces disebut hewan poikiloterm karena suhu tubuh tidak tetap (berdarah dingin), terpengaruh suhu di sekelilingnya. Tubuh terbagi atas kepala dan badan arau kepala, badan, dan ekor. Kulit (cutis) terdiri atas dermis dan epidermis, pada umumnya bersisik dan berlendir. Ada empat macam sisik, yaitu sikloid, stenoid, plakoid, dan ganoid.

Di sepanjang sisi tubuh terdapat titik perasa yang disebut gurat sisi, berfungsi untuk mengetahui arus dan tekanan dalam air. Endoskeleton (rangka dalam) terdiri atas tulang rawan atau tulang sejati. Mempunyai ruas tulang belakang. Mempunyai sepasang rahang, kecuali Agnatha (ikan tak berahang).

Sistem gerak

Alat gerak aktif otot bersegmen yang disebut miotom.Memiliki sirip untuk berenang ,berpasangan atau tunggal .Sirip ekor berfungsi sebagai kemudi .Ada tiga macam bentuk sirip ekor yaitu homoserkus bagian atas  dan bawah simetris ,heteroserkus (bagian atas lebih besar daripada bagian bawah ),dan difeserkus(bagian bawah dan atas simetris,menyatu ke satu titik )Pada sirip juga terdapat rangka adri tulang rawan atau tulang keras yang disebut radialia(jari-jari sirip).
Sistem pencernaan makanan
Pencernaan makanan sempurna :makanan dari mulut →faring→esofagus→usus→anus.Memilki lidah,gigi,dan rahang,kecuali pada Agnatha. Memiliki hati,tetapi lambung hanya merupakan perbesaran dari usus.Pada usus terdapat katup-katup  spiralis.
Sistem pernafasan
Bernafas dengan insang yang memiliki operkulum (tutup insang )dan celah insang sebanyak  4,5,6,7 atau lebih.Gelembung renang berisi O2,N2 ,CO2.dan berfungsi sebagai hidrostatis dan alat bantu pernafasan. Pada Dipnoi (ikan paru-paru) terdapat pneumatosista yang berfungsi sebgai paru-paru jika ikan hidup di lumpur yang mengandung sedikit air.Antara gelembung udara dengan faring dihubungkan oleh duktus pneumatikus.

Sistem peredaran darah

 Disebut peredaran tertutup.Jantung beruang dua: sebuah serambi dan sebuah bilik(ventrikel).Darah mendapat O2 dalam filament-filamen insang.
 Sistem Ekskresi
Memiliki  Pronefron dan mesonefron atau ginjal.Pada agnatha tidak ada system porta ginjal.

 

Sistem indra dan sistem saraf

Memiliki lekuk hidung  dengan saraf pembau ,telinga dalam untuk keseimbangan ,dan mata.Memiliki endokrin penghasil hormone.Otak terdiri atas 5 bagian dengan 10 saraf cranial.

Sistem reproduksi
Kelamin terpisah atau hermafrodit.Fertilisasi eksternal atau internal.Hewan betina memiliki sepasang ovarium dan sepasang oviduk ,ovipar, atau vivipar.
 Kelas Agnatha atau Cyclostomata (ikan tidak berahang)
Sesuai dengan namanya, Agnatha tidak mempunyai rahang. Mulut berbentuk  lingkaran, gigi dari zat tanduk, dan mempunyai lidah. Kulit tidak bersisik, rangka dari tulang rawan, dan jantung beruang dua. Hidup di laut, bernapas dengan insang, dan parasit pada ikan besar, dapat memakan daging hospesnya hingga tinggal kulit dan tulangnya. Pencernaan makana berupa pipa lurus, mempunyai anus, tanpa kloaka. Di Indonesia tidak ada Agnatha, banyak terdapat di Eropa dan Amerika Utara.
Kelas Chondrichthyes (ikan bertulang rawan)
Sesuai dengan namanya, endoskeleton terbuat dari tulang rawan. Mulut dan lubang hidung terletak di bagian ventral, mempunyai lidah dan rahang. Kulit bersisik plakoid dan berlendir. Jantung beruang dua. Hidup di laut, bernapas dengan insang. Mempunyai dua pasang sirip dan sirip ekor yang pada umumnya heteroserkus. Terdapat kloaka, tidak ada pneumatosista.
Kelas Osteichthyes (ikan bertulang sejati)
Sesuai dengan namanya, endoskeleton ikan ini terbuat dari tulang keras. Mulut berahang, bergigi, dan berlidah. Kulit berlendir, bersisik ganoid, sikloid, atau stenoid, atau tidak bersisik. Jantung beruang dua, darah berwarna pucat mengandung eritrosit yang berinti dan leukosit. Ikan ini juga mempunyai sistemlimfa dan system portarenalis. Mempunyai hati yang berkantung empedu. Lambung dipisahkan dari usus oleh sebuah katup, mempunyai kloaka, tetapi tidak jelas adanya pancreas. Terdapat gelembung renang. Mempunyai gurat sisik, indera mata, telinga dalam dengan tiga saluran semisirkuler dan memiliki otolit untuk keseimbangan. Hidup di laut, rawa-rawa, atau air tawar. Bernapas dengan insang yang memiliki tutup insang (oper kulum).
Peranan bagi kehidupan manusia
  1. sumber protein hewani dan vitamin A
  2. Lemak ikan adalah sumber  lemak tidak jenuh
  3. Di California ,Fhilipina,dan srilanka.Sirip ikan cucuct dan Pari dikeringkan dan direbus  Lalu dibuat gelatin untuk penyedap masakan sup.
  4. Bahan kerajinan (sepatu,tas,sampul buku,pelapis kotak) atau bahan ampelas dari perut ikan    cucut yang telah disamak; maka munculah pabrik penyamak kulit ikan
  5. mendorong berdiri pabrik-pabrik pengawetan ikan(ikan asin,ikan dalam  kaleng,pindang,asinan)
  6. Tulang ikan untuk bahan perekat / lem.
  7. Sisa-sisa ikan dibuat tepung untuk pupuk atau makananternak.
  8. ikan sebagai bahan pratikumn atau penelitian demi perkembangan dan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan
  9. Usaha tempat rekreasi dengan tempat pemancingan.
  10. Sebagai sumber mata pencaharian, misalnya dengan budi daya ikan di kolam, tambak, pemijahan ikan hias diakuarium.
Ada pula jenis ikan yang merugikan karena dapat menyerang dan melukai manusia, misalnya ikan pari memilki racun pada ekornya. Ikan cucut sering merusak jarring nelayan. Beberapa ikan besar juga memakan ikan atau Crustacea sehingga merugikan bagi manusia

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.